“HOWDY” FORTWORTH COWBOY CITY ! IS SISTER CITY WITH BANDUNG

“Howdy”, salam perkenalan saya dengan Bapak  Gary Blinkley yang bekerja pada Convention & Visitor Bureau. “Howdy” sebuah kata sambutan dalam tata bahasa inggris, Texas yang berarti “Apakabar”. Howdy banyak digunakan oleh orang-orang Amerika Serikat yang bermukim di Daerah Selatan, seperti Negara Bagian Texas, Arizona, New Mexico. Tak heran sekarang saya berada di Negara Bagian Texas.  “Howdy” Bro and Sis ! from FortWorth, Texas.

 

DSC00158Dalam perjalanan kali ini, sangat membanggakan membawa rombongan Pemerintah Kota Bandung dalam bidang Pariwisata berkunjung ke FortWorth, Texas. Kota Bandung menjadi Sister City dengan Kota FortWorth, kota ini berdekat sekali dekat Kota Dallas, maka penamaan bandara udara bernama  Dallas-ForthWorth dikenal sebagai nama Airport yang dimiliki oleh kedua kota di Texas, Kota Dallas dan Kota ForthWorth.

 

 

FortWorth memilih Bandung, dikarenakan memiliki kesamaan seperti Kota ini menjadi Kota Weekend-nya masyarakat yang tinggal berdekatan dengan Kota ini, seperti Warga Kota Houston, Warga Kota Dallas, Bahkan Ibukota Texas Kota Austin mengunakan waktu liburan di sini. Lalu wisata kuliner yang di tawarkan tidak kalah dengan Kota Bandung. Kemiripan inilah maka Kota FortWorth memilih Kota Bandung menjadi Sister City. Kalau saya rasakan Kota ini lebih kecil dari Bandung, sedangkan penduduknya hanya sekitar 700 ribu orang-an. Bisa bayangkan betapa sepi dengan berada di luas tanah 905 km2.

 

 

Menurut sejarah kota ini dibangun dari sebuah jalur perdagangan ternak, antara jalur selatan dan utara, kota ini menjadi tempat peristirahatan pengiriman ternak, dijaman dahulu di utara dari kota ini perbatasan dengan Suku Indian, dengan menyeberangi Sungai Merah. Jadi dari selatan jalur terakhir mengiriman untuk ke utara. Antara tahun 1866 dan 1890 sekitar 4 juta ternak dikirim melalui kota ini, maka kota ini mendapat sebutan “Cowtown” – Kota Sapi -, karena banyak pendatang, maka dibangunlah pusat hiburan, yang berada di selatan yang terkenal dengan nama daerah “Hell’s Half Acre” daerah neraka. Tempat ini kita dapat lihat sekarang, daerah Courthouse. Dengan perkembangnya jalur kereta api tahun 1876 kota ini menjadi cepat berkembang, dalam perjalanan waktu kota ini terus dipercaya menjadi “The Wall Street of the West” tempat perdagangan ternak terbesar di daerah barat. Pada waktu perang dunia pertama tahun 1917, kota ini menjadi pusat perdagangan Kuda dan Mule untuk Dunia, dan dilanjutkan dengan perang dunia ke dua. Karena kuda dan mule dibutuhkan untuk alat transportasi. Waktu berlalu keadaan tidak selalu sama, sekarang keadaan berubah, banyak negara sudah bisa berternak dengan baik, dan menjadi pesaing kota ini.

 

 

Stockyards Station, menyajikan atraksi kebudayaan Cowboy, terletak hanya 20 menit dari jantung Kota FortWorth, lokasi ini menjadi tempat bersejarah yang patut dikunjungi. Hanya satu-satunya di dunia bekas stasiun kereta api diubah menjadi toko-toko souvenir dan juga restaurant, dengan arsitektur yang tetap sama pada jamannya. Bila ingin menyaksikan Rodeo, berupa olah raga menaiki Kuda Liar terdapat di Colosium, sebuah arena pertunjukan yang terkenal untuk Rodeo, Billy Bob’smerupakan tempat hiburan malam khusus untuk Country Music yang disebut “Honky Tonk” yang dapat menampung 6,000 orang menjadikan tempat ini Terbesar di dunia untuk arena Counrty Music. Hampir pukul 4 sore, udara panas sekali sekitar 35 C, acara yang dinanti-nanti dan juga hanya satu-satu di dunia dapat disaksikan di sini adalah  Cattle Drive sebuah tonton gerombolan para Cowboy mengiring ternaknya sepanjang 1/5 km, kejadian ini di persingkat menjadi  sekitar 10 menit saja, kalau dulu perjalanan bisa beberapa ratus kilometer dalam mengiring ternaknya untuk suatu misi pengiriman, yang biasa kita lihat dalam film-film hollywood. Bicara Hollywood yang terdapat di Kota Los Angeles ada Walk of Fame yang terkenal jalan yang terdapat nama-nama bintang film diabadikan di jalan pejalan kaki – Trotoar – Di sini pun ada !, di persembahkan untuk para Cowboy yang terkenal di sepanjang jalan Exchange Road. Mau lebih mendalam lagi mengenai Cowboy bisa berkunjung di Museum The Texas Cowboy Hall of Fame, kita dapat menyaksikan lebih dari 75 orang yang berjasa atas kebudayaan Cowboy dan juga bisa DSC00248melihat barang-barang tradisional nya. Atau bisa menaiki Sapi yang gemuk dan besar untuk berphoto-photo sebagai Cowboy.

 

 

 

 

wpid-img_20140825_160848.jpgAda tertulis Kota Bandung  di sebuah papan Sister City yang ada di dunia dengan Kota FortWorth, papan ini terdapat di taman dari Kantor Penerangan Pariwisata. Ini membuat bangga Indonesia, untuk mempopulerkan Kota Bandung. Nah sekarang acara bebas waktu untuk menjelajahi Stockyards Station Area, sebelum kembali ke Jantung Kota FortWorth.

WASHINGTON D C, BUKAN DI WASHINGTON, TAPI WELCOME IN CAPITAL CITY

Welcome to America, selamat datang di Amerika. Ini adalah Ibukota Negara Amerika Serikat, Washington DC, bukan Washington State……..ehm……!

 

Kadang seperti ada kekeliruan dalam mengartikan Nama daerah Washington di Amerika Serikat, karena ada Washington State, adalah Negara Bagian yang berada di wilayah pantai Barat Amerika Serikat, yang kita kenal Kotanya Seattle yang merupakan Kota Terbesar di Negara Bagian Washington, sedangkan Ibukota Negara Bagian Washington ,  adalah Olympia.

 

Nah sekarang sudah cukup jelas rasanya ! Sekarang selamat datang di Washington D C, ini adalah Ibukota Amerika Serikat, bukan berada di Negara Bagian Washington, yang terletak di Pantai Barat Amerika Serikat. Melainkan terletak di Pantai Timur Amerika, di Apit oleh kedua Negara Bagian, Negara Bagian Maryland dan Negara Bagian Virginia. Dan juga terdapat Sungai Potomac, yang mengalir sampai Lautan Atlantic.Untuk mengetahui sejarah Amerika Serikat lebih dalam juga tersaji di kota ini.

 

Kota ini sudah ada sejak 2 abad yang silam, Kota ini dibangun memang untuk di rencanakan sebagai Ibu Kota Amerika Serikat, jadi tata letak kota ini merasa nyaman dan teratur. Nama kota ini dikenang dari Nama President Pertama Amerika George Washington, sedangkan ada D C di belakang namanya singkatan dari Distric Colombia, kok ! ada nama “Colombia”. Colombia bisa diartikan Columbus, yaitu Christopher Columbus penemu Benua Amerika atau sebuah nama yang diartikan sebagai sebutan Colombia sebagai sosok wanita yang memberikan kebebasan atau boleh dikatakan Goddess of Democracy – Dewa Demokrasi – yang dapat anda lihat di atas dari Gedung Capitol Hill yang berada di Kota ini dan juga di Kota Honolulu, Hawaii, di tempat pemakaman pahlawan di Punchbowl.

 

Tata letak Kota Washington D C, yang sangat baik untuk sebuah Ibukota Dunia, di rancang oleh seorang keturunan Perancis Pierre Charles L’Enfants, dia mengambil ilustrasi dari sebuah Kota di Paris, dengan komposisi dari Plaza De La Concorde terus memanjang ke jalan terkenal Champs Elyse, terdapat Monumen Arc the Triomphe, lalu di tengah jalan Champs Elyse terdapat Istana President Perancis, ceritanya begitu, namun yang belum pernah ke Paris belum bisa mendapat ilustrasi ini. Lain kali dah…….

 

wpid-img_20140715_124613.jpgBagi wisatawan Kota Washington D C, banyak tersaji kunjungan-kunjungan yang gratis……..ehmmmm boleh ! Karena Kota ini banyak dibangun Patung Patung Peringataan, Tempat – Tempat Memorial Sejarah dan juga Museum.  Jadi semua kunjungan tidak bayar lagi, cuma….kaki harus kuat jalan. Kunjungan pertama yang diinginkan wisatawan adalah melihat White House – Rumah Putih –  tempat tinggal President Amerika Serikat, yang mulai dibangun tahun 1700 dan pernah di bakar oleh Tentara Inggris tahun 1812, pada waktu perang dan dibangun kembali tahun 1817, disebut White House, yang mudah saja diartikan karena Rumahnya Warna Putih, itu yang memang di ambil dari kesederhana sebutan ! memang banyak keinginan untuk menyebut nama tempat ini pada waktu dibuat. Jadi ingat Pak Gusdur, begini aja ko ! report, warnanya putih ! sebutsaja Rumah Putih. Sayang untuk masuk ke dalam bangunan ini diperlukan adminitrasi yang repot ! karena alasan keamanan, jadi hanya di depan pagarnya saja, Jepret ! berphoto. Namun harus waspada, karena kita berada di rerumputan, hati-hati tiba-tiba menyemprot air untuk tumbuhan bisa menyala secara tiba-tiba, wah…..bisa basah wpid-img_20140713_004906.jpgpakaian kita ! Tidak jauh dari White House adalah Gedung Capitol yang merupakan tempat Kongres Amerika Serikat bertugas, sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia yang terletak di Jalan Gatot Subroto. Gedung Capitol yang mulai di bangun tahun 1791, kadang wisatawan juga salah mengartikan Gedung ini, karena berwarna putih dan lebih megah dari White House, Gedung ini disalah artikan adalah ini White House – nya. Nama Capitol diambil dari Bukit Capitol yang berada di Roma, memang kota Roma di bangun dari 7 bukit, salah bukit namanya Capitol. Nama Capitol ini di usulkan oleh Thomas Jefferson, yang pernah menjabat sebagai President Amerika ke 3. Seperti biasa Gedung ini indah untuk di Photo, jadi silahkan untuk berphoto ! bila ingin mengikuti tour ke dalam Gedung ini, dibutuhkan waktu 3 jam, dari mulai antri dari pintu masuk dan sampai selesai, itupun tergantung dari padatnya pengunjung.

 

wpid-img_20140713_021802.jpgSekarang kita mengunjungi National Mall yang banyak terdapat Monumen bersejarah, Museum dan patung-patung pahlawan, pertama kita melihat Monumen yang terkenal Abraham Lincoln,yang sedang duduk. Ia adalah Presiden Amerika Serikat yang ke 16, Beliau sangat berjasa, karena dapat menyatukan Amerika Serikat dalam keadaan dilanda perang saudara. Bangunan ini bergaya Kuil Yunani, selesai tahun 1922, diatas dan kolomnya terdapat nama-nama negara bagian yang terdiri dari 36 Negara Bagian, yang ada pada saat Beliau hidup. Tempat ini sangat populer untuk demonstrasi, mungkin seperti kita di Bunderan H I. Salah satunya adalah Bapak  Martin Luther King Jr. yang dalam pidatonya terkenal adalah “I Have a Dream” saya punya mimpi, pidatonya mewakili orang keturunan Afrika yang tinggal di Amerika. Jelas terdapat sebuah ukiran di lantai, tempat dimana Ia berpidato, dan Monumen untuk Martin Luther King Jr terdapat di Taman Potomac bagian barat. Untuk berphoto yang indah datanglah dibawah jam 11 siang, karena matahari mendukung untuk menampakan sinar di wajah. Berhadapan dengan Monumen ini adalah sebuah kolam yang disebut Lincoln Memorial wpid-img_20140713_021537.jpgReflecting Pool dan jauh kedepan terdapat Washington Monument, yang boleh dikatakan sama dengan Monas – Monumen Nasional – yang ada di Jakarta,  Cuma ! Monas lebih keren diatas ada emas nya….. Nun jauh lagi bisa melihat Gedung Capitol. Jadi bangunan ini sangat simetris dibuatnya. Ada Monument yang cukup terkenal adalah Jefferson Memorial, Ia adalah Presiden Amerika Serikat yang ke 3, yang terkenal dengan Deceleration of Independence, merupakan pernyataan kemerdekaan, karena Ia yang merangkum pernyataan ini, maka terdapat bunyi dari pernyataan kemerdekaan Amerika Serikat, di belakang Patung Thomas Jefferson. Cukup 02 monumen saja kunjungannya.

 

wpid-img_20140713_010508.jpgDan untuk mengunjungi Museum-Museum yang berada di National Mall, itu gratis juga dan ber AC alias berpendingin kalau musim panas, hangat pada musim dingin, saran yang baik adalah mengunjungi Air and Space Museum, memerlukan waktu 02 jam, untuk melihat sejarah penerbangan dan angkasa, Museum Holocaust untuk melihat kejadian mengenai kaum Israel yang di bantai oleh Nazi Jerman, museum ini sangat ketat, engga boleh photo sama sekali, memakan waktu 1/5 jam. Lalu kalau masih banyak waktu bisa ke Museum lainnya yang ada sekitar 7 museum lagi. wuzzzz pegel kaki saya ! walaupun gratis semua kunjungan.

 

Sepanjang jalan di Kota Washington banyak terdapat patung-patung orang-orang terkenal, seperti  Pak Albert Einstein. Dan juga banyak Gedung-Gedung Negara seperti, Gedung-Gedung Department, ada juga menarik Gedung FBI, karena sering menonton Film Hollywood, banyak berkisah tentang film agent pemerintah dari F B I.

 

Sekarang waktu menyelusuri dengan transportasi umum…………bersambung

DENGAN USD 1 MENGUNJUNGI GEORGETOWN

Siapa yang tidak mengenal Kota Washington DC yang merupakan Pusat Pemerintah Negara Amerika Serikat atau yang disebut  Ibukota Amerika Serikat, pernyataan ini banyak di kutip, di siarkan, di saksikan di dalam banyak infromasi, misalnya kita menonton film mengenai peperangan, politik bahkan cerita komedi pun, banyak mengambil lokasi shooting di kota ini. Kota yang dipenuh dengan Monument Bersejarah, Museum dan tentunya juga para Politukus Amerika yang banyak mengambil keputusan bagi negaranya dan juga “Dunia” !

Bila kita mencari suasana berbeda dan mau berbelanja seperti Mall tentu tidak tersedia di pusat kota Washington DC, dan harus pergi menuju daerah Pentagon City yang terdapat Fashion Center Mall dengan mengunakan Metro Rail, yang biasa disebut Kereta Bawah Tanah, dengan biaya sekitar USD. 3.50 per orang sekali jalan. Itu Moderen Building.

Nah ! mungkin bosen dengan suasana berbelanja moderen, mari kita  menuju masa tahun 1700, dengan mengunakan uang USD. 1, itu biaya karcis untuk menaiki Bis Circulator menuju Georgetown. Walaupun namannya Georgetown, seakan-akan berada di kota lain, karena sebuat “Town” yang berarti kota. Namun Georgetown ini masih tetap berada di daerah Washington DC, ya hampir mirip boleh dikatakan seperti Daerah Chinatown – Daerah Pecinaan –

Daerah Georgetown,  luas 300 hektar, dengan arsitektur Amerika jaman dahulu yang masih tertata rapi. Daerah ini di bangun tahun 1751 dan diberikan nama George untuk menghormati Raja George II, karena tempat ini lokasi di tepi Sungai Potomac, pada jaman dahulu menjadi tempat perdagangan tembakau dan juga pelayaran utama bagi kapal-kapal menuju Benua Europa. Masih banyak bangunan-bangunan bersejarah di daerah ini.

Sekarang daerah ini terdapat banyak tempat berbelanja, cafe dan restaurant terjajar di sepanjang jalan Wisconsin Ave yang merupakan jalan utama daerah ini. Waktu yang diperlukan untuk menjelajahi daerah ini sekitar 03 jam, kalau sudah bosen berbelanja bisa juga mengunjungi melihat Rumah Tua bersejarah yang terbuat dari Batu – Old Stone House – yang di bangun  Tahun 1765, yang pernah digunakan untuk tempat persiapan revolusi untuk kemerdekaan dari Inggris yang terletak di jalan 3051 M Street.

Atau mencoba Georgetown Cupcake yang terletak di jalan 3301 M St NW. Cupcake banyak diliput oleh media surat kabar dan juga televisi sehingga Cupcake ini menjadi terkenal dan mendapat Guiness Book of Record  setiap orang ke Washington DC, ingin mencobanya. Memang rasanya beda dengan Kue Bolu….hehehe ! Cupcake ukuran dengan segengam tangan dihargai USD. 3,- saja. Boleh dikatakan cukup mahal. Cupcake ini banyak pilihan rasa, dari coklat, keju hingga rasa-rasa buah. Toko ini sangat kecil dengan ukuran sekitar 5 X 5 meter saja, tidak bisa memuat semua pembeli untuk dapat menikmati Cupcakenya di tempat ini, jadi harus di bungkus dan di bawa pulang….judulnya.

Bila sudah photo-photo dan ingin meng-upload photonya, mudah saja cari Warung Kopi Starbucks terletak di jalan 1810 Wisconsin Ave NW yang  free wifi, dengan beli kopi hitam – black coffee – saja seharga USD. 1.99,- . Wifi gratis memang tanpa harus membeli apapun, namun yang sedikit pengertiannya…..dah ! Biasanya juga mencari Apple Store, untuk membanding-bandingkan harga di Jakarta, atau menikmati pelayanan toko komputer ini atau menikmati free wifi, tanpa harus membeli apapun juga.

Kunjungan selesai dengan kembali lagi ke Pusat Kota Washington dengan membayar USD. 1,- per sekali jalan, cukup mengesankan melihat indahnya Georgetown.  O iya, ada Thai Food  Restaurant Thailand yang enak nama restaurant Mae Thai, bisa untuk makan siang, sebelum kembali ke pusat kota Washington DC.

 

SEKECAP MATA ! MENGAPAI GUNUNG TATEYAMA – ALPINE ROUTE JEPANG

Tidur harus cukup, sesuai dengan kebutuhan tubuh. Karena hari ini akan menjelajahi Gugusan Pegunungan Alpine di Jepang dan akan  bermain di sekitar ketinggian 2,400 Meter, kalau tidak bisa kepala pusing-pusing, katanya kekurangan oksigen, karena tubuh kurang sehat.

Kota Toyama, kota yang cocok sekali untuk bermalam, guna menuju Tateyama Station dengan  jarak tempuh sekitar 45 menit dengan bus. Dalam perjalanan dengan bus, kita sudah dapat melihat Gunung Tateyama yang tingginya 3,015 Meter, dari kejahuan. Tiba di Station Tateyama yang tingginya 475 Meter dimulailah perjalanan kita menjelajahi Alpen Route Jepang.  Sekarang waktunya persiapkan kaki untuk berjalan dan mengunakan kendaraan gunung yang telah disediakan. Bus yang kita gunakan akan bertemu kita di Ogizawa Station, berarti di kota lain. Barang-barang bawaan sebisa mungkin hanya 1 tas kecil saja, karena kalau tidak akan menjadi beban kesenangan. Maklum Wisatawan Indonesia selalu membawa banyak gembolan sana sini di tangan.

Waktu adalah segalanya, karena untuk mengunakan kendaraan diberikan waktu naik kendaraan, harus tetap waktu, bila meleset harus di atur lagi waktunya, sehingga membuat waktu tempuh menujut tempat tujuan jadi lama. Untuk masuk menuju antrian kita harus antri berbaris, sesuai dengan nomor pintu masuk, ini lucu juga seperti ingat waktu sekolah, ayo…..antri…..dua baris……, ini untuk memudahkan petugas menghitung jumlah peserta setiap rombongan. Ini dilakukan setiap kita akan mengunakan kendaraan. Memang tidak mudah bagi Wisatawan Indonesia untuk melakukan hal ini, karena kehidupan sehari-hari di Indonesia, jarang antri berbaris dan menunggu. Bagi Wisatawan Jepang, Singapore dan lainnya, mereka sudah biasa antri berbaris, dalam kehidupan sehari-hari, contohnya kalau naik Kendaraan Kereta, maka antrian sangat diperlukan. Keadaan ini bagi Wisatawan Indonesia, sehingga ada celotehan-celotehan yang mengeluh-eluh, aduh…..cape ya……aduh kapan sampe, aduh……!

Perjalanan di mulai dengan mengunakan Kereta Bergigi (Cable Car Trem) dari Tateyama Station menuju Bijodaira yang berada di ketinggin 977 Meter waktu tempuh sekitar 7 Menit. Setiba di Bijodaira, perjalanan langsung di sambung dengan mengunakan Bus ramah lingkungan (Tateyama Highland Bus) untuk menuju 2,450 Meter dengan waktu tempuh 50 menit, di sepanjang jalan kita akan dipandu oleh audio secara otomatis, menceritakan mengenai tempat-tempat yang di lewati, seperti melintas Pohon Besar sampai Air Terjun yang indah. Setiba di puncak tujuan kita akan melintasi Dinding Salju yang tingginya sekitar 20 Meter, Di sinilah kita akan turun bermain dan disini pulalah Puncak Acara Perjalanan Pertama. Bus harus stop di tempatnya Murodo Station, dan kita juga akan makan siang bersama sebelum melakukan aktivitas bersama di Dinding Salju. Setelah makan siang selesai, ayo kita mulai berphoto-photo di dinding salju dan memegang salju, sampai waktu yang telah ditentukan untuk kembali mengunakan kendaraan gunung melanjutkan perjalanan.

Waktu telah tiba untuk melanjutkan perjalanan dengan mengunakan Bus (Trolley Bus) untuk menerobos terowongan di dalam Gunung Tateyama dengan memakan waktu 10 menit, seperti biasa antri….antri dan berbaris……Sebentar saja kita sudah sampai di Daikanbo Station yang tingginya sekitar 2,316 Meter. Setiba di Station, saya mengambil atau meminta waktu untuk naik Kereta Gantung (Cable Car), untuk menuju Kurobedaira Station, untuk menuju Bendungan Kurobe, ini merupakan kunjungan kedua terindah, setelah tadi melihat dinding sajlu. Setiap station terdapat toko souvenir, restaurant,  toilet dan juga pemandangan alam. Jadi harus berkoordinasi waktu supaya jangan telat untuk mengunakan kendaraan gunung. Sttt ! Wisatawan Indonesia gemar belanja, makan dan ke toilet. Ayo….baris….antri…….kita akan melanjutkan perjalanan dengan mengunakan Cable Car yang lamanya sekitar 7 Menit, dalam perjalanan bisa menyaksikan keindahan alam dan juga melihat Bendungan Kurobe dari atas. Tiba di Kurobedaira Station, kita harus melintas bendungan untuk menuju Station berikutnya, ini perjalanan kaki terpanjang dalam kunjungan, ya sekitar 20 menit, itu belum photo-photo setiap 3 langkah. Karena pemandangan alam Bendungan ini, indah sekali. Bendungan ini tertinggi di Jepang sekitar 186 Meter,  ayo melintasi di atas Bendungan ini ! dengan angin yang bertiup kencang, sehingga badan menjadi segar. Ok ! setelah jalan kaki yang lumayan panjang, tiba di Station terkakhir untuk menuju ke Ogizawa Station dengan mengunakan Trolley Bus melintasi Terowongan Kanden dengan masa tempuh 16 menit. Akhirnya tiba, maka selesailah kunjungan kita di Alpine Jepang ini.

Setelah saya total, perjalanan kita sekitar 90 KM, pengalaman yang indah mencoba kendaraan unik, serta pemandangan yang indah. Sayang tidak melihat Burung Raicho, yang hidup hanya di Gunung ini saja. Perjalanan yang indah sekali naik gunung tanpa harus mendaki !#%^&

SHIRAKAWA GO, DESA UNIK DI JEPANG

Shirakawa go, here we come ! lokasi di Propinsi Hida, di daerah Gifu Prefecture, tepatnya di Distrik Ono, terdapat Desa Shirakawa go dengan luas wilayah ini 45,6 Hektar terdapat beberapa rumah kuno sebanyak 44 buah dengan gaya Gassho-Zukuri yang merupakan salah satu bentuk rumah dari Model Minka, Minka dalam bahasa jepangnya berarti Rumah Penduduk, rumah ini biasa digunakan oleh Petani, Seniman, dan Pedagang, mereka adalah diluar dari Kasta Samurai.   Rumah ini memiliki bentuk Atapnya yang runcing, seperti bentuk segitiga runcing, yang juga melambangkan Tangan yang berdoa, seperti sembayang umat buddha. Rumah ini memilikitiga lantai, ada yang sampai juga empat lantai yang memiliki tinggi sekitar 12 Meter. Pada Desember tahun 1995, pemerintah jepang meminta dimasukan kedalam Cagar Budaya Dunia pada waktu diselenggarakan pemilihan cagar budaya dunia, di Kota Berlin, Jerman. Di Jepang ada 14 Cagar Budaya Dunia.   DSC00866Ada beberapa rumah yang dapat di kunjungi, saya mengunjungi Wada House yang dibangun pada pertengahan masa Pemerintahan EDO. Berarti Rumah ini ada sekitar 300 tahun yang lalu, memiliki gaya Gassho, yang masih tetap seperti aslinya dan terbesar di sini. Rumah ini pada jaman dahulu milik dari seorang pemimpin yang hidupnya sejahtera di daerah ini. Bila masuk rumah ini, harus membeli ticket masuk. Memasuki rumah ini, harus melepas sepatu ataupun sandal yang kita gunakan supaya bebas kotoran, untuk penganti sepatu ataupun sandal yang anda gunakan. Disediakan sandal yang khusus digunakan untuk dalam rumah. Waktu lama kunjungan sekitar 10-20 menit saja. Bila pengunjung ramai, maka harus bergilir untuk memasuki Rumah ini.   Di dalam rumah terdapat, ruang kunjungan, ruang dapur, ruang tidur, ruang untuk sembayang dan memiliki taman kecil yang indah. Kita bisa juga keatas dengan menaiki anak tangga yang cukup curam untuk melihat lingkungan sekitarnya dari atas. Bila kita perhatikan secara mendetail, tidak ada satu paku pun yang menempel di kayu, semua boleh dikatakan sistem ikat dan tempel. Rumah ini juga memiliki halaman yang di tanami padi dan juga terdapat kolam ikan mas. Setelah menikmati kunjungan di Rumah ini. Saya dan rombongan menuju Shiroyama Viewpoint.   DSC00886Tempat yang tinggi di namakan Shiroyama Viewpoint dengan mengunakan bus, hanya dengan 15 menit dari Wada House, dengan jalan yang berkelok-kelok, akhirnya tiba di tempat yang indah untuk memandang desa ini dari ketinggian sekitar 120 Meter. Bisa juga menaiki anak tangga, dengan mengunakan kaki, namun pengel dah !. Diatas bukit ini terdapat souvenir shop dan restaurant. Ada juga tukang photo, bila ingin tampil gaya dan langsung hasilnya di cetak. Pemandang indah membuat kagum suasana desa jepang. Apalagi kalau datangnya musim dingin, terdapat salju yang menyelimuti rumah-rumah biasa di sebut “Winter Wonderland”. Namun ingat bus akan sulit menaiki bukit ini, karena licin ! harus jalan kaki dah. Cape Dah ! Berakhirlah kunjungan di Shirakawa go, akhir perjalanan hari ini menginap di Kota Toyama, karena besok akan menjelajahi Pegunungan Alpine Jepang.

MENYELUSURI KOTA KUNO TAKAYAMA, JEPANG

Melanjutkan perjalanan dari Kota Gifu dan menginap di Kota Gero, Kota Gero terkenal dengan Onsen, mandi khas tradisional Jepang, yang no 5 terbaik di Negara Jepang untuk mandi Onsen.

Dalam perjalanan hari ini menuju Toyama, kita singgah di Takayama, yang masih satu wilayah dengan Gifu Prefecture. Sekitar 1 jam 30 menit dari Kota Gero, rombongan tiba di Kota Takayama. Kota ini selalu sibuk menerima kunjungan turis, tidaklah mudah mendapat parkir bus dengan lokasi yang dekat dengan kunjungan.

 

Dengan berjalan kaki kita melakukan kunjungan di Kota ini adalah Kota Kuno Takayama, kota ini sudah ada sekitar 300 tahun yang lalu. Kota Kuno ini di bangun dengan mengunakan bahan kayu dari pohon yang berkwalitas terbaik seperti Pohon Cypress, Pohon Cemara dan pohon-pohon lainya. Dan bangunan yang terlihat sekarang, kayunya dilapisi oleh carian batu bara yang berwarna hitam, supaya kuat dan kokoh.

 

Tempat ini pernah digunakan sebagai tempat para Samurai pada Jaman Edo, terlihat dari tata letak rumah yang berbeda antara rakyat biasa dan samurai, pada jendela yang tertata, tidak bisa untuk dilihat ke dalam rumah. Bila kita masuk melihat ke dalam rumah, membuat kita terkejut, dikarenakan di dalam cukup luas, terdapat taman di tengah rumah, dan loteng yang indah. Berbeda dengan tampak luar. Sekarang bangunan tua ini dijadikan tempat untuk berjualan souvenir, restaurant dan juga kedai kopi. Semua dilakukan cukup mengunakan waktu 01 jam saja.

 

saruboboJangan lupa membeli Boneka yang terkenal Sarubobo yang merupakan boneka tradisional tempat ini,

Saru dalam Bahasa Jepang adalah Monyet, sedangkan Bobo dalam Bahasa Jepang adalah Anak Kecil. Jadi bila di satukan berarti Anak Monyet yang Senang. Menurut cerita rakyat boneka ini dibuat oleh seorang nenek untuk cucunya, agar mendapatkan kebahagian dalam menjalanan hidupnya kelak. Boneka ini memang aneh, memiliki wajah, namun tidak memiliki Pancaindra, seperti mata, mulut, hidung dan kuping. Mungkin karena dibuat jaman dahulu, jadi secara boneka sudah indah. Boneka ini dahulu hanya dibuat 01 warna saja, yaitu warna merah, namun sekarang terdari dari berbagai warna yang mengandung arti. Kalau warna merah berarti keberuntungan dari pernikahan, kelahiran, untuk warna biru berarti untuk keberuntungan di tempat kerja, untuk warna dadu untuk percintaan, untuk warna hijau untuk kesehatan, untuk warna kuning untuk mendapatkan uang dan untuk warna hitam membuang sial. Boneka ini banyak tersedia di toko-toko.

 

Atau anda bisa menaiki Becak Jepang, yang di tarik oleh seorang kusir, cukup mengeluarkan Yen 4,000 saja, mengelilingi Kota tua ini. Atau mencoba Sate Rasa Hirado Beef, dengan satu tusuk seharga Yen 400 dan Yen 800, Harga ini untuk membedakan rasa daging sapi, seperti makan Kobe Beef, hehehehhe………

Anda juga bisa mencoba makanan khas jepang secara cuma-cuma alias gratis untuk dimakan, sebelum anda membelinya. Mungkin ini bisa membuat anda kenyang sekali…………tanpa mengingat untuk membelinya…..

 

Waktu terus berjalan, sekarang kunjungan selesai dan melanjutkan menuju Desa Shiragawa-Go…..sampai jumpa di Shiragawa-Go

KOTA GIFU, JEPANG BERGANDENGAN DENGAN KEINDAHAN BENTENG NYA

Selamat Datang di Kota Gifu, Jepang. Yang terletak 1.20 menit dari Kota Nagoya. Jalan yang dilewati bukanlah jalan bebas hambatan antara Kota Gifu dan Kota Nagoya, jadi banyak lampu merah, yang bentar-bentar stop. Untunglah saya melintasi jalan ini Hari Minggu, jadi jauh dari keramaian kendaraan bermotor.

Setiba di Kota Gifu, sebuah Gunung Kinka yang tingginya 329, menyambut kita semua. Di ketinggian Gunung Kinka terdapat sebuah Benteng yang disebut Gifu Castle. Jalan masih berliku-liku dan melintasi Kaki Gunung Kinka melalui terowongan yang menjadi jalan tembus, untuk mempercepat tiba di Taman Gifu. Dalam perjalanan melintas sebuah Sungai Nagara, pada jaman dahulu Sungai Nagara digunakan oleh penduduk setempat menangkap ikan dengan mengunakan Bebek, yang sama caranya dengan di Kota Guilin, China. Bebek ini biasa disebut Cormorant dalam Bahasa Inggrisnya. Cara menangkap ikan dengan mengunakan Bebek ini sudah terjadi 1,300 tahun yang lalu, yang dilakukan pada malam hari. Tradisi ini, masih bisa kita ikuti pada malam hari dengan mengunakan kapal boat, namun ini hanya untuk turis saja.

Berhenti di Taman Gifu, dengan mengunakan Ropeway atau kereta gantung untuk menuju ke Gunung Kinka. Hanya membutuhkan 3 menit saja, kita sudah berada di atas Gunung, namun belum sampai Bentengnya. Dalam perjalanan kita akan menyaksikan keindahaan Kota Gifu di dalam Ropeway yang berjalan menuju ke atas gunung. Setiba di Gunung Kinka, diharapkan kaki yang kuat untuk menaiki anak tangga yang terbuat dari bebatuan, dengan jarak 290 meter lagi menuju Gifu Castle. Pastikan kuat melangkah !

Dekat, tempat pemberhentian Ropeway, terdapat sebuah taman kecil, bisa bermain dengan Tupai – Tupai jinak, untuk masuk ke dalam taman ini harus membeli karcis lagi. Nah ini cocok bagi yang tidak kuat naik ke Gifu Castle. Menaiki anak tangga memang cukup sulit, namun dari tempat ini disediakan sebatang kayu untuk menopang tubuh kita, bila kita butuhkan secara cuma-cuma, dan ingat harus dikembalikan lagi setelah digunakan. Perjalanan cukup membuat semangat dengan terus-terus menaiki anak tangga. Setiba di Gifu Castle. dapat berphoto-photo pemandangan Kota Gifu yang indah dan juga memasuki Gifu Castle untuk melihat bangunan unik, yang di bangun pada jaman Kennin (1201-1204), bangun ini terdiri dari 4 lantai, bangunan ini telah menjadi Simbol Kota Gifu dan juga National Historic Site.

Setelah kunjungan selesai, waktu siap untuk kembali ke kaki Gunung Kinka dengan mengunakan Kereta Gantung lagi. Menikmati pemandangan indah Kota Gifu lagi !

SETENGAH HARI MENIKMATI KOTA HANOI, SETENGAH MATI MELINTASI JALAN PANTURA DARI KOTA HANOI MENUJU KOTA HALONG BAY ! (BAGIAN 1/2)

Hujan…..hujan….hujan, pagi hari ini cuaca hujan, selama saya di Tiongkok, Kota Guilin kemarin-kemarin di guyur hujan juga. Ternyata antara Kota Hanoi dan Kota Guilin, bertetangga. Walaupun beda Negara, Kota Hanoi, Ibukota Negara Vietnam, dan Kota Guilin, di Negara Tiongkok. Jadi dengan cuaca masih dalam keadaan sama.   DSCN0920Walaupun hujan, Warga Hanoi rasa tidak peduli dengan keadaan, kegiatan terus berjalan, lalu lintas bersimpang siur, bunyi klasot kendaraan terus berdering. Yang saya saksikan dari luar hotel saya menginap. Keadaan lalu lintas di pagi hari sama seperti di Jakarta, bedanya kemarin malam saya tiba di No Bai, Bandara Internasional Kota Hanoi, sekitar jam 20:30, lalu menuju ke hotel yang terletak di jantung Kota Hanoi, dalam perjalana n tampak tidak terlalu ramai. Kalau Jakarta lalulintas masih ramai. Mungkin beda jumlah penduduk, Kota Hanoi hanya sekitar 6 juta orang, yang menjadi Kota tersebar ke 2 di Vietnam, kalau jakarta penduduknha mungkin sudah mencapai 12 jutaan, termasuk saya.   Lobby hotel adalah tempat pertemuan yang sudah pasti antara saya dan rombongan wisata. Juga Pemandu Wisata setempat yang Berbahasa Inggris. Nah ! Pemandu Wisata sudah sangat mengerti dengan rombongan Indonesia, untuk tidak terputus dengan jaringan internet, dia membawa sim card untuk data, dengan harga sekitar Usd. 10, bisa digunakan selama 7 hari. Ini dia yang ditunggu tunggu ! Untuk upload Photo supaya narcis, agar eksis selalu ! Ayo kita mulai kunjungan pertama ke Monument Ho Chi Minh yang merupakan Bapak Bangsa Vietnam, melintasi lalu lintas yang padat, akhirnya tiba, kebetulan hotel saya dekat dengan Monumen ini. Rombongan diharapkan turun ! Ayo….ayo. Kita jalan kaki sedikit untuk melihat Monumentnya, Jepret……jepret……bunyi kamera. Halo halo, ayo jangan setiap 3 langkah berphoto, kapan sampe di depan Monument, Nah itu ciri khasnya…….   Chào đón (selamat datang di) Monument Ho Chi Minh ! Sahut Pemandu Wisata dan memulai menceritakan mengenai Monument ini. Di dalam Monument terdapat jenazah Ho Chi Minh yang di awetkan, sama halnya dengan pemimpin lain Komunis di dunia, seperti Bapak Mao Tse Dong, di Tiongkok, Bapak Lenin di Russia dulu disebut Uni Soviet. Bentuk bangun di inspirasi dari Mouselum Lenin di Kota Moscow, Rusia. Dan terdapat lapangan yang cukup luas, namun kalau besar dengan Lapangan Tian An Men, di Beijing, Tiongkok dan Lapangan Red Square di Moscow, Rusia. Daerah ini termasuk ring 1, istilah penglokasian di jakarta. Jadi sangat dekat dengan daerah pemer intahan. Setelah selesai, sekarang kita akan menuju Tempat Tinggal Ho Chi Minh semasa dia hidup dan di lokasi yang sama terdapat Istana Presiden , nah makanya daerah ini ring 1. Dengan berjalan kaki, kita tiba di lokasi. Untuk berkunjung harus membeli tiket masuk. Untuk mempermudah informasi saya membagikan brosur tempat ini, terdapat keterangan dan photo-photo apa yang akan kita lihat, tampak pada muka brosur tertulis HO CHI MINHS VESTIGE IN THE PRESIDENTIAL PALACE AREA.   Pandangan pertama kita akan melihat Bangunan berwarna kuning, bergaya arsitektur Perancis, itu adalah Istana Presiden Vietnam, dulu tempat ini digunakan sebagai Istana Gubernur Jendral Indo China, pada mass penjajahan oleh Bangsa Perancis. Silahkan berphoto…….jepret……   Ayo jalan lagi, melintasi toilet. Ok siapa yang mau ke toilet. Seperti biasa pasti ada. Jadi berkunjung ke toilet juga harus menjadi bagian dari perhitungan waktu wisata dan keberadaanya, kalau engga bisa gawat !   DSC00479Lihat dari jauh. Ada sebuah garasi mobil, di sana terdapat 3 buah mobil….”tunggu nanti diphoto photonya” saya berkata dan lanjut cerita: 2 mobil buatan Rusia dan 1 mobil lagi buat dari Perancis. Yang pernah digunakan oleh Bapak Ho Chi Minh selama Ia bertugas, Ia pernah bertugas selama 15 tahun, tahun 1954 sampai 1969. Ok ayo menuju ke garasinya, untuk melihat dari dekatke tiga mobilnya. Setelah selesai menuju bangunan tempat tinggalnya, terdapat 3 pavillion atau ruangan, 1 ruang tidur, lalu ruang makan dan ruang kerja nya. Semua barang-barang yang digunakan masih tersimpan rapi, seperti Radio, Meja Kerja, Rak Buku, Photo Marxisme dan Lenin terpampang diatas meja kerjanya.   Setelah selesai kita berjalan di samping sebuah danau untuk melengkapi ke asri annya, ada juga banyak tumbuh-tumbuhan, seperti Pohon Mangga, yang berbaris pada kedua sisi jalan-jalan, jalan ini biasa digunakan oleh Ho Chi Minh melakukan olah raga. Juga ada tumbuh unik dinamakan Pohon Cypress atau Pohon Buddha terdapat di sisi kolam, pada kolam terdapat ikan emas koi, yang merupakan peliharaan Ho Chi Minh, sekarang ikannya sudah beranak pinak, heheheh benar engga ya !   Melanjutkan ! …Jalan sedikit kita melihat Rumah Panggung, rumah tradisional salah satu Suku di Vietnam. Rumah ke dua yang digunakan oleh Ho Chi Minh untuk tinggal dan bertugas, terbuat dari kayu, rumah ini digunakan biasanya untuk musim panas, karena cocok dari bahan kayu supaya udaranya adem. Karena rumah panggung kita harus naik anak tangga untuk melihat ruangannya. Setelah naik, pasti ada turun.   Setelah turun, kita akan melihat sebuah pondokan, Bommmm ! bunyi sebuah ledakan, memang terjadi waktu perang dahulu, sebuah bekas selongsongan bom, yang pernah dijatuhkan, dengan panjang sekitar 1 meter an. Gimana rasanya bila itu jatuh ke rumah saya.   Sekarang sudah berjalan melingkari Danau yang di huni oleh Ikan Mas Koi, menuju arah keluar sebelum sampai pintu exit, terdapat banyak penjual sovenir, mulai dari barang-barang mengenai Bapak Ho Chi Minh, sampai alat musik dan kerajinan Vietnam. ……   bersambung……….

BEBERAPA JEMBATAN DUNIA DI RANGKUM DI DALAM 3 DANAU, DI KOTA GUILIN

Kota Guilin bukanlah Ibukota dari sebuah Negara Tiongkok, bukan pula Ibukota dari Propinsi Guangxi  – Tiongkok. Bahkan ! bukan Kota bercerita sejarah, yang pernah di tempati oleh Kaisar-Kaisar Tiongkok, seperti Xian, Beijing dan kota lainnya. Dalam masa kejayaan Mao Zedong pun, tidak pernah masuk dalam kegiatannya.

Namun Kota Guilin memberikan sajian yang menarik bagi wisatawan mengenai keadaan alam dan budayanya. Alam yang unik terdiri dari berbagai Bukit-Bukit yang di sajikan dari berbagai macam bentuk seperti ada yang berbentuk Belalai Gajah, yang dinamakan Elephent Trunk Hill, juga ada Gua-Gua di dalamnya yang bisa di saksikan keunikan stalaktit dan stalakmit yang memiliki bentuk yang dapat diceritakan kemiripannya mulai dari Binatang Naga, Tongkat Si Raja Monyet (Sun Go Kong), sampai alat kelamin manusia……uuhhhhhh ! ini terdapat di Gua Seruling, yang terkenal dengan nama Reed Flute Cave. Untuk melihat aktivitas asli para nelayan menangkap ikan dengan mengunakan Burung CorBukit Belalai Gajahmorant, sudah hampir tidak ada, namun burung tersebut kita bisa temui, untuk di komersialkan photo-photo berbayar.

Ada 2 Sungai dan 4 Danau juga menjadi sajian spesial yang dapat dinikmati oleh para pelancong, dengan mengunakan Kapal Boat, kita bisa melihat Kota Guilin dari sisi yang berbeda.

Kunjungan saya terakhir sebelum pulang ke Jakarta, mengikuti Kapal Boat untuk menyelusuri  beberapa danau yang berhubungan, yaitu Danau Sanhu, Danau Ronghu, Danau Xiqing selama 01 jam saja. Ada satu danau yang bernama Danau Wood Dragon Lake, yang berbeda tempatnya dengan 3 danau yang ada di Kota Guilin, namun saya dan rombongan kita melakukan aktivitas di danau itu. Hanya menjelajahi 3 danau saja.

Dengan berjalan kaki dari hotel yang saya inapi, hanya 5 menit, sudah sampai di dermaga Danau Sanhu, untuk memulai Kapal Boat Tour atau boleh di sebut Cruise in Guilin. Kapal boat bisa menampung 25 orang, ada dua Kapal Boat yang ekonomi dan executive. Kapal Boat ekonomi sangatlah sederhana, sedangkan yang executive tempat duduk lebih nyaman, tentu interior lebih indah. Jangan kwatir di dalamnya juga tersedia toilet ! Pemandangan dermaga untuk naik Kapal tersaji 02 Pagoda dengan nama Moon– Pagoda Bulan – dan Sun – Pagoda Matahari. Sambil menunggu kapal berikut biasa photo-photo di mulai !

Seperti biasa di dalam Kapal Boat, ada Pemandu Wisata yang menerangkan tempat-tempat yang kita lalui. Danau ini asalnya memang danau, namun di karena alam Kota Guilin bergerak, sehingga Danau ini berada di atas sungai dan menjadi kering. Pada waktu jaman kerajaan ada keluarga raja memilih Kota Guilin untuk menjadi tempat tinggalnya, maka Danau ini di modifikasikan menjadi sebuah batas benteng, jadi di alirkan air untuk menjadi pertahanan benteng kota. Waktu terus berjalan danau ini tidak terawat dan kotor. Dan pada tahun 1998 menurut keterangan dari Pemandu Wisata danau ini di renovasi dan menjadi bersih, selesai tahun 2002 dan di bangun beberapa jembatan untuk melintas Danau ini.

Jembatan merupakan topik yang unik, bisa-bisanya memikirkan untuk membangun jembatan dengan meniru jembatan-jembatan yang ada di Kota-Kota Dunia, mulai dari Golden Gate di San Francisco, sampai jembatan antik di Kota Moskow. Jembatan yang dibangun bukan hanya sekedar arsitekturnya yang indah, namun membantu jalan lalu lintas di Kota Guilin, supaya terurai. Ada juga Jembatan dibangun untuk keindahannya, seperti Jembatan Glass Kristal, yang terletak di Danau Ronghu memiliki panjang 22.4 m dan lebah 2.64 m, jembatan ini dibangun berbahan kaca kristal, jadi seperti cerita cinderella, sepatu dari kaca yang berkilau. Memang benar jembatan itu memberikan kilauan cahaya, bila matahari memberikan sinarnya, dan juga malam hari diberi lampu yang indah.

Dalam menyelusuri, pandangan mata melihat Pohon Beringin ratusan tahun, dengan akar besarnya yang keluar dari tanah, sehingga menjadi satu bagian berentuk pagar-pagar yang unik, sehingga Danau tersebut di panggil Danau Pohon Beringin.

Danau menjadi cerita tambahan untuk fasilitas hotel-hotel berbintang yang berada di dekatnya, dengan sebutan Lake View untuk kamar yang di tawarkan.

Perjalanan back track, setelah sampai di ujung danau ke tiga, kapal kembali lagi ke arah tempat kita naik Kapal. Maka berakhirnya perjalanan kita menyelusiri 3 Danau ini.  Ini kunjungan saya dan rombongan menjadi makan penutup, untuk kembali ke Indonesia.

 

再见 (Zàijiàn) Guilin

SHANGRI-LA, KEBERADAAN SORGA DI BUMI, YANG TELAH DI KETEMUKAN !

Shangri-La sebuah perkataan yang membuat suatu angan-angan Sorga yang berada di Bumi, jadi WOW ! Sebuah kata yang diungkapkan pada tahun 1933, dalam sebuah Novel Lost Horizon yang di tulis oleh Bapak. James Hilton dari Inggris. Bapak James mengungkapkan Shangri-La sesuatu yang mistik, lembah yang harmony, dengan kata lain adalah Sorga yang berada di Bumi. Jadi sebutan Shangri-La menjadi arti sebuah tempat yang hilang di bumi. Ada dugaan yang di maksud oleh Bapak James Shangri-La terletak Hunza Valley di Utara Negara Pakistan, berdekatan dengan perbatasan Negara China, karena sebelum bukunya dicetak, Ia pernah mengunjungi tempat ini. Namun sekarang secara resmi Daerah Yunnan, Tiongkok yang bernama Zhongdian, diberi nama Desa Shangri-La oleh Pemerintah Yunnan, walau demikian sah-sah saja daerah lain menyebutnya daerah mereka Shangri-La seperti daerah Sichuan dan Tibet.

Dalam perjalanan kembali ke Kota Guilin, dengan mengunakan transportasi darat, Bis. Karena kemarin mengunakan Kapal Air dari Guilin ke Desa Yangshou, dengan melalui Sungai Li. Kali ini saya akan mengunjungi Shangri-La yang berada di Pronpinsi Guangxi, yang letaknya Jalan Gui – Yang, 39 Km arah selatan Kota Guilin dan 15 Km arah utara dari Desa Yangshou.

Jelas ! sekarang yang saya melihat ! boleh di katakan Shangri-La, sesuai dengan arti Shangri-La itu sendiri.

Secara resmi nama tempat ini adalah China Wonderland, tempat ini memang sudah ada sejak dahulu menjadi sebuah perkampungan suku minoritas (Suku Dong), lalu karena banyak turis yang sering stop berphoto dengan rumah tradisional dengan pemandangan alam yang menakjubkan,  maka terlintas ide untuk di bangun sebuah Taman yang di rangkum untuk menjadikan Taman Budaya Suku Minoritas menjadi sebuah sebuatan China Worderland.

DSC00390Setiba di tempat ini, disambut oleh pemain musik dengan alat gesek tradisional, selintas alunan nada lagu ini, seperti ngawur ! namun bila di resapi, makna alunan musik dahsyat !  dan terdapat jembatan yang menyerupai rumah miniatur di dalam sebuah etalase kaca, yang disebut Wind and Rain Bridge Jembatan Angin dan Hujan. Jembatan asli juga masih ada, yang dapat setiap wisatawan lewati. Sekarang saya dan rombongan mengunakan perahu untuk  memulai menyelusuri keindahan desa ini. Setiap aluran sungai yang dilalui tersaji beberapa Pavilion yang menyajikan bagian dari suku minoritas, yang menyambut kedatang setiap wisatawan, juga melintasi Gua yang gelap gulita supaya penyajian suasana menjadi seru ! dan akhirnya tiba di dermaga untuk memulai walking tour – jalan kaki – untuk melihat beberapa atraksi dan kegiatan yang di lakukan oleh suku minoritas. Ada yang mengunakan alat musik tiup, merajut membuat kain, bernyanyi sambil berpantun yang merupakan kebiasan yang dilakukan sudah ada ribuan tahun, seperti Opera yang ada di negeri barat. Dan banyak lagi acara yang menarik di sajikan di sini. Langkah terakhir melintasi Jembatan Angin dan Hujan, yang merupakan simbol dari Bangunan Suku Minoritas.

Tempat ini, memberikan kesan keadaan apa yang di maksud oleh perkataan Shangri-La. Bukan hanya sebutan sebuah nama hotel dengan fasilitas bintang 5 saja.