SHIRAKAWA GO, DESA UNIK DI JEPANG

Shirakawa go, here we come ! lokasi di Propinsi Hida, di daerah Gifu Prefecture, tepatnya di Distrik Ono, terdapat Desa Shirakawa go dengan luas wilayah ini 45,6 Hektar terdapat beberapa rumah kuno sebanyak 44 buah dengan gaya Gassho-Zukuri yang merupakan salah satu bentuk rumah dari Model Minka, Minka dalam bahasa jepangnya berarti Rumah Penduduk, rumah ini biasa digunakan oleh Petani, Seniman, dan Pedagang, mereka adalah diluar dari Kasta Samurai.   Rumah ini memiliki bentuk Atapnya yang runcing, seperti bentuk segitiga runcing, yang juga melambangkan Tangan yang berdoa, seperti sembayang umat buddha. Rumah ini memilikitiga lantai, ada yang sampai juga empat lantai yang memiliki tinggi sekitar 12 Meter. Pada Desember tahun 1995, pemerintah jepang meminta dimasukan kedalam Cagar Budaya Dunia pada waktu diselenggarakan pemilihan cagar budaya dunia, di Kota Berlin, Jerman. Di Jepang ada 14 Cagar Budaya Dunia.   DSC00866Ada beberapa rumah yang dapat di kunjungi, saya mengunjungi Wada House yang dibangun pada pertengahan masa Pemerintahan EDO. Berarti Rumah ini ada sekitar 300 tahun yang lalu, memiliki gaya Gassho, yang masih tetap seperti aslinya dan terbesar di sini. Rumah ini pada jaman dahulu milik dari seorang pemimpin yang hidupnya sejahtera di daerah ini. Bila masuk rumah ini, harus membeli ticket masuk. Memasuki rumah ini, harus melepas sepatu ataupun sandal yang kita gunakan supaya bebas kotoran, untuk penganti sepatu ataupun sandal yang anda gunakan. Disediakan sandal yang khusus digunakan untuk dalam rumah. Waktu lama kunjungan sekitar 10-20 menit saja. Bila pengunjung ramai, maka harus bergilir untuk memasuki Rumah ini.   Di dalam rumah terdapat, ruang kunjungan, ruang dapur, ruang tidur, ruang untuk sembayang dan memiliki taman kecil yang indah. Kita bisa juga keatas dengan menaiki anak tangga yang cukup curam untuk melihat lingkungan sekitarnya dari atas. Bila kita perhatikan secara mendetail, tidak ada satu paku pun yang menempel di kayu, semua boleh dikatakan sistem ikat dan tempel. Rumah ini juga memiliki halaman yang di tanami padi dan juga terdapat kolam ikan mas. Setelah menikmati kunjungan di Rumah ini. Saya dan rombongan menuju Shiroyama Viewpoint.   DSC00886Tempat yang tinggi di namakan Shiroyama Viewpoint dengan mengunakan bus, hanya dengan 15 menit dari Wada House, dengan jalan yang berkelok-kelok, akhirnya tiba di tempat yang indah untuk memandang desa ini dari ketinggian sekitar 120 Meter. Bisa juga menaiki anak tangga, dengan mengunakan kaki, namun pengel dah !. Diatas bukit ini terdapat souvenir shop dan restaurant. Ada juga tukang photo, bila ingin tampil gaya dan langsung hasilnya di cetak. Pemandang indah membuat kagum suasana desa jepang. Apalagi kalau datangnya musim dingin, terdapat salju yang menyelimuti rumah-rumah biasa di sebut “Winter Wonderland”. Namun ingat bus akan sulit menaiki bukit ini, karena licin ! harus jalan kaki dah. Cape Dah ! Berakhirlah kunjungan di Shirakawa go, akhir perjalanan hari ini menginap di Kota Toyama, karena besok akan menjelajahi Pegunungan Alpine Jepang.

MENYELUSURI KOTA KUNO TAKAYAMA, JEPANG

Melanjutkan perjalanan dari Kota Gifu dan menginap di Kota Gero, Kota Gero terkenal dengan Onsen, mandi khas tradisional Jepang, yang no 5 terbaik di Negara Jepang untuk mandi Onsen.

Dalam perjalanan hari ini menuju Toyama, kita singgah di Takayama, yang masih satu wilayah dengan Gifu Prefecture. Sekitar 1 jam 30 menit dari Kota Gero, rombongan tiba di Kota Takayama. Kota ini selalu sibuk menerima kunjungan turis, tidaklah mudah mendapat parkir bus dengan lokasi yang dekat dengan kunjungan.

 

Dengan berjalan kaki kita melakukan kunjungan di Kota ini adalah Kota Kuno Takayama, kota ini sudah ada sekitar 300 tahun yang lalu. Kota Kuno ini di bangun dengan mengunakan bahan kayu dari pohon yang berkwalitas terbaik seperti Pohon Cypress, Pohon Cemara dan pohon-pohon lainya. Dan bangunan yang terlihat sekarang, kayunya dilapisi oleh carian batu bara yang berwarna hitam, supaya kuat dan kokoh.

 

Tempat ini pernah digunakan sebagai tempat para Samurai pada Jaman Edo, terlihat dari tata letak rumah yang berbeda antara rakyat biasa dan samurai, pada jendela yang tertata, tidak bisa untuk dilihat ke dalam rumah. Bila kita masuk melihat ke dalam rumah, membuat kita terkejut, dikarenakan di dalam cukup luas, terdapat taman di tengah rumah, dan loteng yang indah. Berbeda dengan tampak luar. Sekarang bangunan tua ini dijadikan tempat untuk berjualan souvenir, restaurant dan juga kedai kopi. Semua dilakukan cukup mengunakan waktu 01 jam saja.

 

saruboboJangan lupa membeli Boneka yang terkenal Sarubobo yang merupakan boneka tradisional tempat ini,

Saru dalam Bahasa Jepang adalah Monyet, sedangkan Bobo dalam Bahasa Jepang adalah Anak Kecil. Jadi bila di satukan berarti Anak Monyet yang Senang. Menurut cerita rakyat boneka ini dibuat oleh seorang nenek untuk cucunya, agar mendapatkan kebahagian dalam menjalanan hidupnya kelak. Boneka ini memang aneh, memiliki wajah, namun tidak memiliki Pancaindra, seperti mata, mulut, hidung dan kuping. Mungkin karena dibuat jaman dahulu, jadi secara boneka sudah indah. Boneka ini dahulu hanya dibuat 01 warna saja, yaitu warna merah, namun sekarang terdari dari berbagai warna yang mengandung arti. Kalau warna merah berarti keberuntungan dari pernikahan, kelahiran, untuk warna biru berarti untuk keberuntungan di tempat kerja, untuk warna dadu untuk percintaan, untuk warna hijau untuk kesehatan, untuk warna kuning untuk mendapatkan uang dan untuk warna hitam membuang sial. Boneka ini banyak tersedia di toko-toko.

 

Atau anda bisa menaiki Becak Jepang, yang di tarik oleh seorang kusir, cukup mengeluarkan Yen 4,000 saja, mengelilingi Kota tua ini. Atau mencoba Sate Rasa Hirado Beef, dengan satu tusuk seharga Yen 400 dan Yen 800, Harga ini untuk membedakan rasa daging sapi, seperti makan Kobe Beef, hehehehhe………

Anda juga bisa mencoba makanan khas jepang secara cuma-cuma alias gratis untuk dimakan, sebelum anda membelinya. Mungkin ini bisa membuat anda kenyang sekali…………tanpa mengingat untuk membelinya…..

 

Waktu terus berjalan, sekarang kunjungan selesai dan melanjutkan menuju Desa Shiragawa-Go…..sampai jumpa di Shiragawa-Go

KOTA GIFU, JEPANG BERGANDENGAN DENGAN KEINDAHAN BENTENG NYA

Selamat Datang di Kota Gifu, Jepang. Yang terletak 1.20 menit dari Kota Nagoya. Jalan yang dilewati bukanlah jalan bebas hambatan antara Kota Gifu dan Kota Nagoya, jadi banyak lampu merah, yang bentar-bentar stop. Untunglah saya melintasi jalan ini Hari Minggu, jadi jauh dari keramaian kendaraan bermotor.

Setiba di Kota Gifu, sebuah Gunung Kinka yang tingginya 329, menyambut kita semua. Di ketinggian Gunung Kinka terdapat sebuah Benteng yang disebut Gifu Castle. Jalan masih berliku-liku dan melintasi Kaki Gunung Kinka melalui terowongan yang menjadi jalan tembus, untuk mempercepat tiba di Taman Gifu. Dalam perjalanan melintas sebuah Sungai Nagara, pada jaman dahulu Sungai Nagara digunakan oleh penduduk setempat menangkap ikan dengan mengunakan Bebek, yang sama caranya dengan di Kota Guilin, China. Bebek ini biasa disebut Cormorant dalam Bahasa Inggrisnya. Cara menangkap ikan dengan mengunakan Bebek ini sudah terjadi 1,300 tahun yang lalu, yang dilakukan pada malam hari. Tradisi ini, masih bisa kita ikuti pada malam hari dengan mengunakan kapal boat, namun ini hanya untuk turis saja.

Berhenti di Taman Gifu, dengan mengunakan Ropeway atau kereta gantung untuk menuju ke Gunung Kinka. Hanya membutuhkan 3 menit saja, kita sudah berada di atas Gunung, namun belum sampai Bentengnya. Dalam perjalanan kita akan menyaksikan keindahaan Kota Gifu di dalam Ropeway yang berjalan menuju ke atas gunung. Setiba di Gunung Kinka, diharapkan kaki yang kuat untuk menaiki anak tangga yang terbuat dari bebatuan, dengan jarak 290 meter lagi menuju Gifu Castle. Pastikan kuat melangkah !

Dekat, tempat pemberhentian Ropeway, terdapat sebuah taman kecil, bisa bermain dengan Tupai – Tupai jinak, untuk masuk ke dalam taman ini harus membeli karcis lagi. Nah ini cocok bagi yang tidak kuat naik ke Gifu Castle. Menaiki anak tangga memang cukup sulit, namun dari tempat ini disediakan sebatang kayu untuk menopang tubuh kita, bila kita butuhkan secara cuma-cuma, dan ingat harus dikembalikan lagi setelah digunakan. Perjalanan cukup membuat semangat dengan terus-terus menaiki anak tangga. Setiba di Gifu Castle. dapat berphoto-photo pemandangan Kota Gifu yang indah dan juga memasuki Gifu Castle untuk melihat bangunan unik, yang di bangun pada jaman Kennin (1201-1204), bangun ini terdiri dari 4 lantai, bangunan ini telah menjadi Simbol Kota Gifu dan juga National Historic Site.

Setelah kunjungan selesai, waktu siap untuk kembali ke kaki Gunung Kinka dengan mengunakan Kereta Gantung lagi. Menikmati pemandangan indah Kota Gifu lagi !

SETENGAH HARI MENIKMATI KOTA HANOI, SETENGAH MATI MELINTASI JALAN PANTURA DARI KOTA HANOI MENUJU KOTA HALONG BAY ! (BAGIAN 1/2)

Hujan…..hujan….hujan, pagi hari ini cuaca hujan, selama saya di Tiongkok, Kota Guilin kemarin-kemarin di guyur hujan juga. Ternyata antara Kota Hanoi dan Kota Guilin, bertetangga. Walaupun beda Negara, Kota Hanoi, Ibukota Negara Vietnam, dan Kota Guilin, di Negara Tiongkok. Jadi dengan cuaca masih dalam keadaan sama.   DSCN0920Walaupun hujan, Warga Hanoi rasa tidak peduli dengan keadaan, kegiatan terus berjalan, lalu lintas bersimpang siur, bunyi klasot kendaraan terus berdering. Yang saya saksikan dari luar hotel saya menginap. Keadaan lalu lintas di pagi hari sama seperti di Jakarta, bedanya kemarin malam saya tiba di No Bai, Bandara Internasional Kota Hanoi, sekitar jam 20:30, lalu menuju ke hotel yang terletak di jantung Kota Hanoi, dalam perjalana n tampak tidak terlalu ramai. Kalau Jakarta lalulintas masih ramai. Mungkin beda jumlah penduduk, Kota Hanoi hanya sekitar 6 juta orang, yang menjadi Kota tersebar ke 2 di Vietnam, kalau jakarta penduduknha mungkin sudah mencapai 12 jutaan, termasuk saya.   Lobby hotel adalah tempat pertemuan yang sudah pasti antara saya dan rombongan wisata. Juga Pemandu Wisata setempat yang Berbahasa Inggris. Nah ! Pemandu Wisata sudah sangat mengerti dengan rombongan Indonesia, untuk tidak terputus dengan jaringan internet, dia membawa sim card untuk data, dengan harga sekitar Usd. 10, bisa digunakan selama 7 hari. Ini dia yang ditunggu tunggu ! Untuk upload Photo supaya narcis, agar eksis selalu ! Ayo kita mulai kunjungan pertama ke Monument Ho Chi Minh yang merupakan Bapak Bangsa Vietnam, melintasi lalu lintas yang padat, akhirnya tiba, kebetulan hotel saya dekat dengan Monumen ini. Rombongan diharapkan turun ! Ayo….ayo. Kita jalan kaki sedikit untuk melihat Monumentnya, Jepret……jepret……bunyi kamera. Halo halo, ayo jangan setiap 3 langkah berphoto, kapan sampe di depan Monument, Nah itu ciri khasnya…….   Chào đón (selamat datang di) Monument Ho Chi Minh ! Sahut Pemandu Wisata dan memulai menceritakan mengenai Monument ini. Di dalam Monument terdapat jenazah Ho Chi Minh yang di awetkan, sama halnya dengan pemimpin lain Komunis di dunia, seperti Bapak Mao Tse Dong, di Tiongkok, Bapak Lenin di Russia dulu disebut Uni Soviet. Bentuk bangun di inspirasi dari Mouselum Lenin di Kota Moscow, Rusia. Dan terdapat lapangan yang cukup luas, namun kalau besar dengan Lapangan Tian An Men, di Beijing, Tiongkok dan Lapangan Red Square di Moscow, Rusia. Daerah ini termasuk ring 1, istilah penglokasian di jakarta. Jadi sangat dekat dengan daerah pemer intahan. Setelah selesai, sekarang kita akan menuju Tempat Tinggal Ho Chi Minh semasa dia hidup dan di lokasi yang sama terdapat Istana Presiden , nah makanya daerah ini ring 1. Dengan berjalan kaki, kita tiba di lokasi. Untuk berkunjung harus membeli tiket masuk. Untuk mempermudah informasi saya membagikan brosur tempat ini, terdapat keterangan dan photo-photo apa yang akan kita lihat, tampak pada muka brosur tertulis HO CHI MINHS VESTIGE IN THE PRESIDENTIAL PALACE AREA.   Pandangan pertama kita akan melihat Bangunan berwarna kuning, bergaya arsitektur Perancis, itu adalah Istana Presiden Vietnam, dulu tempat ini digunakan sebagai Istana Gubernur Jendral Indo China, pada mass penjajahan oleh Bangsa Perancis. Silahkan berphoto…….jepret……   Ayo jalan lagi, melintasi toilet. Ok siapa yang mau ke toilet. Seperti biasa pasti ada. Jadi berkunjung ke toilet juga harus menjadi bagian dari perhitungan waktu wisata dan keberadaanya, kalau engga bisa gawat !   DSC00479Lihat dari jauh. Ada sebuah garasi mobil, di sana terdapat 3 buah mobil….”tunggu nanti diphoto photonya” saya berkata dan lanjut cerita: 2 mobil buatan Rusia dan 1 mobil lagi buat dari Perancis. Yang pernah digunakan oleh Bapak Ho Chi Minh selama Ia bertugas, Ia pernah bertugas selama 15 tahun, tahun 1954 sampai 1969. Ok ayo menuju ke garasinya, untuk melihat dari dekatke tiga mobilnya. Setelah selesai menuju bangunan tempat tinggalnya, terdapat 3 pavillion atau ruangan, 1 ruang tidur, lalu ruang makan dan ruang kerja nya. Semua barang-barang yang digunakan masih tersimpan rapi, seperti Radio, Meja Kerja, Rak Buku, Photo Marxisme dan Lenin terpampang diatas meja kerjanya.   Setelah selesai kita berjalan di samping sebuah danau untuk melengkapi ke asri annya, ada juga banyak tumbuh-tumbuhan, seperti Pohon Mangga, yang berbaris pada kedua sisi jalan-jalan, jalan ini biasa digunakan oleh Ho Chi Minh melakukan olah raga. Juga ada tumbuh unik dinamakan Pohon Cypress atau Pohon Buddha terdapat di sisi kolam, pada kolam terdapat ikan emas koi, yang merupakan peliharaan Ho Chi Minh, sekarang ikannya sudah beranak pinak, heheheh benar engga ya !   Melanjutkan ! …Jalan sedikit kita melihat Rumah Panggung, rumah tradisional salah satu Suku di Vietnam. Rumah ke dua yang digunakan oleh Ho Chi Minh untuk tinggal dan bertugas, terbuat dari kayu, rumah ini digunakan biasanya untuk musim panas, karena cocok dari bahan kayu supaya udaranya adem. Karena rumah panggung kita harus naik anak tangga untuk melihat ruangannya. Setelah naik, pasti ada turun.   Setelah turun, kita akan melihat sebuah pondokan, Bommmm ! bunyi sebuah ledakan, memang terjadi waktu perang dahulu, sebuah bekas selongsongan bom, yang pernah dijatuhkan, dengan panjang sekitar 1 meter an. Gimana rasanya bila itu jatuh ke rumah saya.   Sekarang sudah berjalan melingkari Danau yang di huni oleh Ikan Mas Koi, menuju arah keluar sebelum sampai pintu exit, terdapat banyak penjual sovenir, mulai dari barang-barang mengenai Bapak Ho Chi Minh, sampai alat musik dan kerajinan Vietnam. ……   bersambung……….

BEBERAPA JEMBATAN DUNIA DI RANGKUM DI DALAM 3 DANAU, DI KOTA GUILIN

Kota Guilin bukanlah Ibukota dari sebuah Negara Tiongkok, bukan pula Ibukota dari Propinsi Guangxi  – Tiongkok. Bahkan ! bukan Kota bercerita sejarah, yang pernah di tempati oleh Kaisar-Kaisar Tiongkok, seperti Xian, Beijing dan kota lainnya. Dalam masa kejayaan Mao Zedong pun, tidak pernah masuk dalam kegiatannya.

Namun Kota Guilin memberikan sajian yang menarik bagi wisatawan mengenai keadaan alam dan budayanya. Alam yang unik terdiri dari berbagai Bukit-Bukit yang di sajikan dari berbagai macam bentuk seperti ada yang berbentuk Belalai Gajah, yang dinamakan Elephent Trunk Hill, juga ada Gua-Gua di dalamnya yang bisa di saksikan keunikan stalaktit dan stalakmit yang memiliki bentuk yang dapat diceritakan kemiripannya mulai dari Binatang Naga, Tongkat Si Raja Monyet (Sun Go Kong), sampai alat kelamin manusia……uuhhhhhh ! ini terdapat di Gua Seruling, yang terkenal dengan nama Reed Flute Cave. Untuk melihat aktivitas asli para nelayan menangkap ikan dengan mengunakan Burung CorBukit Belalai Gajahmorant, sudah hampir tidak ada, namun burung tersebut kita bisa temui, untuk di komersialkan photo-photo berbayar.

Ada 2 Sungai dan 4 Danau juga menjadi sajian spesial yang dapat dinikmati oleh para pelancong, dengan mengunakan Kapal Boat, kita bisa melihat Kota Guilin dari sisi yang berbeda.

Kunjungan saya terakhir sebelum pulang ke Jakarta, mengikuti Kapal Boat untuk menyelusuri  beberapa danau yang berhubungan, yaitu Danau Sanhu, Danau Ronghu, Danau Xiqing selama 01 jam saja. Ada satu danau yang bernama Danau Wood Dragon Lake, yang berbeda tempatnya dengan 3 danau yang ada di Kota Guilin, namun saya dan rombongan kita melakukan aktivitas di danau itu. Hanya menjelajahi 3 danau saja.

Dengan berjalan kaki dari hotel yang saya inapi, hanya 5 menit, sudah sampai di dermaga Danau Sanhu, untuk memulai Kapal Boat Tour atau boleh di sebut Cruise in Guilin. Kapal boat bisa menampung 25 orang, ada dua Kapal Boat yang ekonomi dan executive. Kapal Boat ekonomi sangatlah sederhana, sedangkan yang executive tempat duduk lebih nyaman, tentu interior lebih indah. Jangan kwatir di dalamnya juga tersedia toilet ! Pemandangan dermaga untuk naik Kapal tersaji 02 Pagoda dengan nama Moon– Pagoda Bulan – dan Sun – Pagoda Matahari. Sambil menunggu kapal berikut biasa photo-photo di mulai !

Seperti biasa di dalam Kapal Boat, ada Pemandu Wisata yang menerangkan tempat-tempat yang kita lalui. Danau ini asalnya memang danau, namun di karena alam Kota Guilin bergerak, sehingga Danau ini berada di atas sungai dan menjadi kering. Pada waktu jaman kerajaan ada keluarga raja memilih Kota Guilin untuk menjadi tempat tinggalnya, maka Danau ini di modifikasikan menjadi sebuah batas benteng, jadi di alirkan air untuk menjadi pertahanan benteng kota. Waktu terus berjalan danau ini tidak terawat dan kotor. Dan pada tahun 1998 menurut keterangan dari Pemandu Wisata danau ini di renovasi dan menjadi bersih, selesai tahun 2002 dan di bangun beberapa jembatan untuk melintas Danau ini.

Jembatan merupakan topik yang unik, bisa-bisanya memikirkan untuk membangun jembatan dengan meniru jembatan-jembatan yang ada di Kota-Kota Dunia, mulai dari Golden Gate di San Francisco, sampai jembatan antik di Kota Moskow. Jembatan yang dibangun bukan hanya sekedar arsitekturnya yang indah, namun membantu jalan lalu lintas di Kota Guilin, supaya terurai. Ada juga Jembatan dibangun untuk keindahannya, seperti Jembatan Glass Kristal, yang terletak di Danau Ronghu memiliki panjang 22.4 m dan lebah 2.64 m, jembatan ini dibangun berbahan kaca kristal, jadi seperti cerita cinderella, sepatu dari kaca yang berkilau. Memang benar jembatan itu memberikan kilauan cahaya, bila matahari memberikan sinarnya, dan juga malam hari diberi lampu yang indah.

Dalam menyelusuri, pandangan mata melihat Pohon Beringin ratusan tahun, dengan akar besarnya yang keluar dari tanah, sehingga menjadi satu bagian berentuk pagar-pagar yang unik, sehingga Danau tersebut di panggil Danau Pohon Beringin.

Danau menjadi cerita tambahan untuk fasilitas hotel-hotel berbintang yang berada di dekatnya, dengan sebutan Lake View untuk kamar yang di tawarkan.

Perjalanan back track, setelah sampai di ujung danau ke tiga, kapal kembali lagi ke arah tempat kita naik Kapal. Maka berakhirnya perjalanan kita menyelusiri 3 Danau ini.  Ini kunjungan saya dan rombongan menjadi makan penutup, untuk kembali ke Indonesia.

 

再见 (Zàijiàn) Guilin

SHANGRI-LA, KEBERADAAN SORGA DI BUMI, YANG TELAH DI KETEMUKAN !

Shangri-La sebuah perkataan yang membuat suatu angan-angan Sorga yang berada di Bumi, jadi WOW ! Sebuah kata yang diungkapkan pada tahun 1933, dalam sebuah Novel Lost Horizon yang di tulis oleh Bapak. James Hilton dari Inggris. Bapak James mengungkapkan Shangri-La sesuatu yang mistik, lembah yang harmony, dengan kata lain adalah Sorga yang berada di Bumi. Jadi sebutan Shangri-La menjadi arti sebuah tempat yang hilang di bumi. Ada dugaan yang di maksud oleh Bapak James Shangri-La terletak Hunza Valley di Utara Negara Pakistan, berdekatan dengan perbatasan Negara China, karena sebelum bukunya dicetak, Ia pernah mengunjungi tempat ini. Namun sekarang secara resmi Daerah Yunnan, Tiongkok yang bernama Zhongdian, diberi nama Desa Shangri-La oleh Pemerintah Yunnan, walau demikian sah-sah saja daerah lain menyebutnya daerah mereka Shangri-La seperti daerah Sichuan dan Tibet.

Dalam perjalanan kembali ke Kota Guilin, dengan mengunakan transportasi darat, Bis. Karena kemarin mengunakan Kapal Air dari Guilin ke Desa Yangshou, dengan melalui Sungai Li. Kali ini saya akan mengunjungi Shangri-La yang berada di Pronpinsi Guangxi, yang letaknya Jalan Gui – Yang, 39 Km arah selatan Kota Guilin dan 15 Km arah utara dari Desa Yangshou.

Jelas ! sekarang yang saya melihat ! boleh di katakan Shangri-La, sesuai dengan arti Shangri-La itu sendiri.

Secara resmi nama tempat ini adalah China Wonderland, tempat ini memang sudah ada sejak dahulu menjadi sebuah perkampungan suku minoritas (Suku Dong), lalu karena banyak turis yang sering stop berphoto dengan rumah tradisional dengan pemandangan alam yang menakjubkan,  maka terlintas ide untuk di bangun sebuah Taman yang di rangkum untuk menjadikan Taman Budaya Suku Minoritas menjadi sebuah sebuatan China Worderland.

DSC00390Setiba di tempat ini, disambut oleh pemain musik dengan alat gesek tradisional, selintas alunan nada lagu ini, seperti ngawur ! namun bila di resapi, makna alunan musik dahsyat !  dan terdapat jembatan yang menyerupai rumah miniatur di dalam sebuah etalase kaca, yang disebut Wind and Rain Bridge Jembatan Angin dan Hujan. Jembatan asli juga masih ada, yang dapat setiap wisatawan lewati. Sekarang saya dan rombongan mengunakan perahu untuk  memulai menyelusuri keindahan desa ini. Setiap aluran sungai yang dilalui tersaji beberapa Pavilion yang menyajikan bagian dari suku minoritas, yang menyambut kedatang setiap wisatawan, juga melintasi Gua yang gelap gulita supaya penyajian suasana menjadi seru ! dan akhirnya tiba di dermaga untuk memulai walking tour – jalan kaki – untuk melihat beberapa atraksi dan kegiatan yang di lakukan oleh suku minoritas. Ada yang mengunakan alat musik tiup, merajut membuat kain, bernyanyi sambil berpantun yang merupakan kebiasan yang dilakukan sudah ada ribuan tahun, seperti Opera yang ada di negeri barat. Dan banyak lagi acara yang menarik di sajikan di sini. Langkah terakhir melintasi Jembatan Angin dan Hujan, yang merupakan simbol dari Bangunan Suku Minoritas.

Tempat ini, memberikan kesan keadaan apa yang di maksud oleh perkataan Shangri-La. Bukan hanya sebutan sebuah nama hotel dengan fasilitas bintang 5 saja.

PEMANDANGAN SUNGAI LI, MEMBAWA IMAJINASI, MENERAWANG JAUH !

Pagi ini, hujan lebat sekali. Seharusnya sekarang musim hujan sudah selesai. Kemarin-kemarin (hari yang lalu) tidak pernah hujan. Menurut keterangan dari Pemandu Wisata Kota Guilin, ini hujan yang terakhir karena datang dari Utara Negeri Tiongkok. Karena tujuan hari ini adalah berlayar menyelusuri Sungai Li, kalau hujan terus, peserta tour (wisatawan) tidak bisa menikmati pemandangan, apa lagi untuk photo-photo……bisa membuat para peserta tour kecewa berat dah !

Untung sekali, group akan kembali ke hotel di Guilin, jadi bagasi besar tidak dibawa ke bus. Hanya tas tangan saja alias hand carry bag, untuk 01 malam di Desa Yangshou. Tempat persinggahan terakhir dengan perahu yang ditumpangi.

Dengan suasana dingin dan hujan deras, bus menuju Pelabuhan Sungai Mo Pan Hill Wharf, dalam perjalanan pemandangan tertutup kabut, jadi biasa dari bus dapat melihat bukit-bukit yang indah, sekarang hanya putih saja. Perasaan was….was kalau ini terjadi di Kapal nanti, tidak bisa melihat keindahan alam.

Setiba di Pelabuhan, hujan sudah meredah, suasana mulai tampak bukit-bukit. Para peserta tour masuk ke dalam Kapal dan duduk layaknya seperti duduk di kereta api, kalau kereta dua dua, kalau ini empat empat saling berhadapan dengan di tengahnya meja. Setiba di tempat duduk, telah tersedia satu teko air teh, dan sebuah cangkir minum untuk masing-masing peserta. Biaya kapal sudah termasuk makan siang dan minum, dengan waktu tempuh 4 jam, dengan jarak 83 Kilometer. Disamping itu petugas kapal seperti biasa menawarkan makanan dan minuman tambahan dan juga barang-barang souvenir.

Waktu tiba untuk keberangkatan kapal. Dari Guilin ke Yangshou kapal mengikuti jalannya aliran air sungai. Pemandu Wisata kapal mengucapkan selamat datang kepada semua penumpang, kebetulan penumpang terdiri dari berbagai macam bangsa, lalu Ia mulai menerangkan mengenai Sungai Li.

Hujan masih rintik-rintik, kalau kita naik ke atas, pasti kita ke basahan dan juga kamera bisa rusak. Jadi kita mendengarkan Pemandu Wisata menceritakan Sungai Li yang terkenal ini.

Sungai ini panjangnya 437 kilometer, namun yang kita nikmati hanya 83 kilometers. Air Sungai ini berasal dari Gunung Kucing atau Bahasa Tiongkok Gunung Mao, yang berada di daerah Xiang’an utara dari Kota Guilin. Sungai ini pada jaman dahulu digunakan penghubung dari Sungai Yangtze yang di Utara Tiongkok sampai Sungai Mutiara yang berada di Selatan Tiongkok. Untuk menyambungnya di buatlah Kanal-Kanal, salah satu Kanalnya bernama Kanal Linggu.

Pemandangan Sungai Li, tercatatmenjadi pemandangan terindah sudah ada sejak Jaman Dinasti Tang (tahun 618-907) di tuangkan ke dalam sebuah puisi indah “Angin sungai berhembus seperti pita sutera berwarna biru, sementara bukit-bukit pucuk-pucuknya seperti batu giok yang berwarna hijau”

Nah ! hujan telah berhenti total, kabut masih tersisa menambahi pemandangan bukit-bukit menjadi seperti kapas di pohon natal. Ayo kita semua naik ke atas dek. Untuk mulai berphoto dan mengagumi pemandangan Sungai Li.

Jepret…..Jepret ! Wow…….Amazing ! kata beberapa Turis Amerika. Sepanjang menyelusuri sungai pemandangan indah sekali, keindahan itu pun dapat diwujudkan melalui imajinasi untuk melukiskan bentuk bukit-bukit yang terpadu menjadi satu yang menyerupai berbagai macam rupa. Ada berbentuk “Mahkota Raja” Ada berbentuk “9 Lukisan Kuda” , yang paling keren menurut saya itu, pemandangan yang terdapat pada “Uang Tiongkok 20 Yuan”. Gambar di uang 20 yuan tersebut diambil langsung dari keberadaan pemandangan yang ada di Sungai Li. Sampai Mantan Presiden Amerika Bapak Bill Clinton yang pernah berkunjung menyelusiri Sungai Li berkata “Tidak ada tempat yang lebih menarik di Tiongkok, selain Tempat ini”.

Waktu makan siang telah tiba, Sajian makanan yang di hidangkan dalam menu banyak pilihan (buffet style), yang di masak langsung di Kapal yang kita tumpangi dengan ala sederhana.

West Pedestian YangzhouSeperti tidak terasa waktu terus berjalan. Pemandangan tidak habis-habisnya di sajikan oleh Sungai Li, akhirnya sampai juga di Desa Yangshou, tempat saya dan rombongan bermalam. Setiba di Desa Yangshou, dengan berjalan kaki melalui Jalan Barat tempat jalan kaki atau istilah Bahasa Englishnya West Street Pedestrians harus dilalui untuk menuju hotel adalah jalan ini terdapat banyak sekali toko-toko yang menawarkan souvenir ciri khas desa ini, lukisan alam Sungai Li dan juga kedai-kedai tempat nongkrong untuk minum kopi dan juga bir.

Akhirnya, boleh dikatakan Kota Guilin dan Desa Yangshou, tanpa ada Sungai Li. Bukanlah tempat tujuaan wisata yang indah. Sungai Li, sungai terindah di dunia untuk melihat sebuah pemandangan sungai yang luar biasa. Bila di bandingkan dengan sungai-sungai di dunia seperti Sungai Nil, Sungai Rhine, Sungai Danube dll, karena Sungai Li ini menyajikan pandangan mata keindahan alam yang nyata, bukan hanya sekedar bukit-bukit namun “memiliki halusinasi pikiran untuk menerawang jauh ke dalam sebuah imajinasi diri selama 4 jam”. Cobalah ! dan Rasakalah !

CORDOBA, BANGUNAN YANG BERCERITA

Selamat pagi Kota Cordoba………lanjut……!  salah satu Kota Tertua di Spanyol yang terletak di tepi Sungai Guadalquivier, karena terletak di tengah persimpangan dari Andalusia. Sepanjang abad kehidupan, banyak masyarakat yang hidup berdampingan dari berbagai perbedaan agama dan budaya membuat Kota ini memiliki kekayaan sejarah dan tradisi kehidupan yang unik.

Kalau kita membuka buku sejarah, Negara Spanyol banyak diduduki oleh berb

agai macam orang asing. Seperti Bangsa Phunisia dan juga Yunani datang untuk berdagang, Bangsa Kartagena datang untuk menetap di sini. Lalu datanglah Bangsa Romawi membuat Kota Cordoba menjadi Ibukota Kerajaannya dengan sebutan Betica, dengan lokasi disebut sekarang ad

alah Andalusia. Setelah itu datang Bangsa Visigoth menduduki Kota Cordoba sampai kedatangan Bangsa Arab.

Bangsa Arab disebut juga Muslim atau Bangsa Moor, mereka datang ke Cordoba tahun 715 dari Afrika Utara menyeberangi Laut Tengah, daerah yang di taklukannya disebut Al-Andalus, ini cikal bakal kata Andalusia.

Tahun 8 Masehi, Raja Arab bernama Abd Al-Rahman membangun pemerintahan yang merdeka, ini merupakan Dinasti Arab pertama di Spnayol dengan nama Dinasti Umayyad yang memerintah di Al-Andalus sampai abad ke 11.

Abd Al-Rahman III membangun sistem baru dari pemerintahan yang di sebut Kalipatih dan menamakan dirinya adalah Kalifah yang artinya dalam Bahasa Arab Pangeran. Selama kepemimpinannya Cordoba menjadi salah satu Kota yang paling penting di dunia. Pada waktu it

u pusat kota disebut Medina atau Tembok Kota. Di dalam tembok kota terdapat Mesjid Utama, Alcazar (tempat tinggal Kalifah), Zocos (souks) atau disebut pasar, tempat permandian dan juga mesjid-mesjid kecil.

 

Pada abad ke 11 terjadi  perkelahian diantar mereka, sehingga hancurlah ke Kalipatihan dan Al-Andalus terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang disebut Taifas. Karena Al-Andalus menjadi lemah, maka datanglah Suku dari Afrika Utara mengambil kepemimpinan yaitu: Almoravid dan Almohad. Waktu terus berjalan akhirnya Tahun 1236 Bangsa Kristen datang dari Utara Spanyol mengambil bagian dari wilayah Bangsa Moor, Bangsa Kristen dipimpin oleh Raja Katolik Ferdinand III.

Hari ini Kota Kordoba banyak memiliki tanda-tanda dari Kebudayaan Arab Kuno dan bersatu dengan berbagai macam budaya. Dan Kota Kordoba sekarang memiliki 03 budaya, yaitu: Arab, Yahudi dan Kristen yang mereka hidup bersama pada abad pertengahan.

jembatan

Setelah sejarah singkat, saya utarakan di dalam Bis, sekarang tiba waktunya para peserta saya ajak turun dari bus dan berjalan kaki di sisi Sungai Guadalquiver. Dari kejauhan terdapat sebuah jembatan kuno yang disebut Roman Bridge atau dalam Bahasa Spanyol Puerta del Puente, Jembatan ini dibangun sekitar pada abad pertama masehi, mungkin saja mengantikan jembatan yang terbuat dari kayu, jembatan ini memiliki panjang 247 M, dengan lebar 9 M. Jembatan ini memiliki sebuah Menara yang disebut Calahorra Tower, yang dibangun pada abad ke 12 oleh Almohad untuk pengawasan. Bangun ini di renovasi tahun 1369 oleh Raja Henry II dari Kastil, Tahun 1931 menara ini dijadikan Monument Sejarah Bangas Spanyol. Dalam perjalanan kita akan melihat Kincir Air yang disebut Mill of the Albolafia yang dibangun oleh Bangsa Arab, yang digunakan untuk menimbah air dari sungai untuk keperluan sehari-hari.

Sambil photo-photo, langkah terus dilanjutkan menuju The Great Mosque  – Mesjid Besar – yang dikenal dengan sebutan Mezquita atau juga Cathedral. Ini adalah tempat yang menjadi kunjungan utama di Cordoba.

Saya harus mencari guide local untuk mendampingi saya masuk ke dalam Mezquita. Stop ! petugas memeriksa keterangan saya, apakah saya memiliki kartu yang menyatakan saya seorang Tour Leader ? sebagai anggota ITLA saya menunjukan kartu identitas saya kepada petugas, barulah petugas memberi saya izin untuk melakukan tugas saya sebagai Tour Leader. Kali ini Local Gudie saya adalah Angelika. Dan dimulai lah acara kunjungan di Mesjid Besar ini.

Stop jangan photo-photo ! ujar saya kepada peserta, sekarang waktunya kita mendengar cerita mengenai Masjid Besar ini.

Nah ! Pintu yang baru saja kita lewati adalah bernama “The Gate of Forgiveness atau Puerta del Perdon” nama ini diambil karena tempat ini digunakan oleh Orang Kristen sebagai tempat penyesalan mengaku dosa-dosa yang telah diperbuat di depan umum. Dari Pintu ini kita masuk ke sebuah lapangan yang terdapat pepohanan jeruk yang disebut “Patio de Los Naranjos atau Courtyard of the Orange Trees” ditengah lapangan dan pepohonan jeruk terdapat air mancur, ada pepatah kuno yang menyatakan bila kita minum di bawah pohon, kita akan mendapatkan pasangan untuk menikah.

Setelah selesai di lapangan jeruk, kita memasuki ke dalam Masjid Besar ini, Sejarah mengenai Masjid besar ini, bangunan yang sekarang ada di bangun dari bekas bangunan Gereja Bangsa Visigoth yang bernama Basilicia de San Vicente, bukti ini dapat kita lihat di dalam Masjid Besar ini, terdapat sebuah ruang bawah, yang berlapis kaca sejajar dengan lantai, jadi peserta mudah untuk melihat. Tahun 751, Raja Arab Abd Al-Rahman I membuat perjanjian dengan Bangsa Visigoth yang beragama Kristen untuk membeli bagian dari bangunan gereja untuk dibuat tempat sembayang Agama Muslim. Abd Al Rahman adalah Keluarga Dinasti Umayyad yang datang dari Suriah. Ia adalah Emir Pertama yang berada di Al Andalus, orangnya tinggi, dengan memiliki bewok yang lebat dan hanya memiliki satu mata. Dia seorang pejuang dan juga puisi, mahir berpidato.

Lama kelamaan Orang Muslim pertumbuh, mereka membutuhkan tempat untuk sembayang, antara tahun 780 dan 785 Abd Al Rahman memutuskan untuk membeli Gereja St Vincent ini dan membangun sebuah Mesjid.

 

Mari dekat kesini, kita akan melihat banyak Kolom-Kolom yang melengkung dan terdapat warna merah pada lengkungannya !  Lengkungan ini dibuat untuk menopang atap dare bangunan ini. Idea lengkungan ini datang dari Bangsa Romawi dalam hal membuat Aquaducts sebuah saluran air. Lengkungan dengan jumlah 856 kolom, inilah yang membuat Mesjid Besar ini menjadi gambar utama mengenai bangunan ini.

 

Pada waktu pembangunan Mesjid Besar ini, bukan sekali jadi langsung besar, melainkan bertahap demi bertahap. Mesjid pertama di bangung oleh Abd Al Rahman I pada abad ke 8, lalu dilebarkan pada abad ke 9 dan 10 oleh Raja Abd Al Rahman II, Al Hakam II dan Al Mansur. Akhirnya pada abad ke 16 Bangsa Kristen membangun Cathedral di dalam Mesjid Besar ini.

 

Cathedral, sungguh menarik sekali ! di dalam sebuah Mesjid Besar ini. Dimulai dari antara abad ke 16 dan ke 18 mulai di bangun Cathedral ini. Dengan diberi nama Santa Maria la Mayor. Tahun 1257 dimulailah misa di Cathedral ini dan banyak dibuat di pinggir-pinggir Mesjid Besar ini sebuah Chapel. Kebetulan kunjungan saya sekarang Hari Minggu jadi terdapat 2 X misa di Cathedral ini. Nah sekarang semua bebas untuk berphoto-photo dah !

 

Setelah selesai berkunjung di dalam Mesjid Besar, kita kembali lagi di Lapangan Pohon Jeruk, melihat ke atas terdapat sebuah Menara yang di sebut The Alminar. Menara pertama di bangun oleh Anaknya Abd Al Rahman, bernama Hixam I, lalu karena butuh perluasaan lapangan, maka menara pertama di rubuhkan. Lalu abad ke 10 dibangunlah menara tertinggi yang ada di Mesjid Besar ini oleh Al Rahman III. Ia membuat Kot

menara

a Cordoba bukan hanya menjadi pusat politik, melainkan menjadi pusat ekonomi dan kebudayan di dunia saat itu. Menara yang sekarang kita lihat di renovasi pada abad ke 17 dan menjadi Cathedral Tower, kulit luar menara di tambahkan  menjadi arsitektur Kristen dan juga terdapat bell yang di tambahkan pula

 

Sekarang silahkan berphoto-photo lagi………

TOLEDO “IMPERIAL CITY” “EL GRACO” DAN “KAKI MELANGKAH”

Toledo, sebuah Kota terletak tidak jauh dari Ibukota Madrid, yang berjarak hanya 70 Km, kalau boleh dibandingkan jaraknya dari Jakarta menuju Cikampek. Beda sekali antara Kota Toledo dan Madrid. Kota Toledo usianya lebih Tua dari Madrid, Kota Toledo pernah dijadikan sebagai Ibukota Bangsa Visigoth dan Pusat Kepemimpin Pemerintah Muslim yang disebut Bangsa Moor pada tahun 761-719, pada waktu itu belum ada nama Negara Spanyol seperti sekarang. Sejarah menceritakan, Kota Toledo dipilih menjadi Ibukota Bangsa Visigoth dikarenakan juga kekalahan Bangsa Visigoth pada tahun 507 M dengan Bangsa Frank dalam pertempuran Vouille. Lalu Bangsa Visigoth kehilangan Kota Toulouse, di Perancis sehingga terus mundur sampai ke Kota Toledo. Kemudian sejarah mencatat dengan nama Kerajaan Visigoth Spanyol, terdapat 17 orang raja yang memerintah Kerajaan Visigoth Spanyol dimulai dari Leovigild (tahun 579-586) hingga Roderick (tahun 710-711), sekarang kita bisa melihat peninggal budaya Bangsa Visigoth di Toledo.

Nah sekarang saya memiliki kisah unik yang terjadi di Kota Toledo, berkisah tentang Raja Terakhir Visigoth bernama Roderick.

Pemerintah Raja Roderick identik dengan kisah kedatangan Bangsa Moor ke Spanyol, cerita ini mengisahkan Raja Roderick membuka ruangan terlarang yang dibangun oleh raja-raja terdahulunya. Ruang tersebut sangat terlarang untuk dibuka, namun dikarena jiwa kesatrian Raja Roderick membuat Ia tidak percaya akan cerita takhyul tersebut. Sebagai karakter yang keras Ia membuka ruang terlarang tersebut. Pintu terbuka di dalam terdapat sebuah meja besar yang terbuat dari emas dan dihiasi oleh batu permata, di atas meja terdapat sebuah tulisan yang tertulis adalah meja ini adalah Meja Salomo, putra Daud , lalu Ia mendobrak pintu lainnya menemukan sebuah jambangan. Pada jambangan itu terdapat sebuah gambar pasukan sedang menunggang kuda dengan berpakaian dari kulit hewan, terdapat sorban di kepalanya, Pedang-pedang Arab berada di pinggangnya dan tangan kanan memegang tombak. Di dalam jambangan tersebut terdapat sebuah tulisan “bila jambangan ini dirusak atau diganggu, orang-orang tersebut akan datang menggulingkan kerajaan dan juga seluruh negeri ini”. Ini Mitos atau Sejarah …..? Namun sejarah mengatakan Raja terakhir Visigoth adalah Raja Roderick, dan dikalahkan oleh Bangsa Moor seusai dengan gambar yang ada di Jambangan. Setelah itu Bangsa Moor berkuasa di Spanyol. Bangsa Moor datang dari Benua Afrika sekarang boleh disebut Negara Maroko. Dalam perjalanan menuju Kota Toledo, pasukan Bangsa Moor menalukan Kota-Kota yang dilaluinya termasuk daerah Andalusia. Pertempuran Xeres tahun 711, menceritkan kekalahan Bangsa Visigoth dari Bangsa Moor. Dan dimulailah Bangsa Moor mengusai Spanyol.   Kota Toledo sudah menjadi Kota Budaya ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1986, kota ini mencerminkan Budaya Kristen, Islam dan Yahudi. Toledo dikenal juga sebutan Kota Kerajaan atau dalam bahasa inggrisnya Imperial City.     Kita tinggalkan sejarah Kota Toledo, sekarang saya dan rombongan melihat bangunan sejarah yang ada, berdiri megah yang pekerjaannya dimulai dari tahun 1221 dengan model Barok dinamai Catedral de Toledo atau Cathedral Toledo. Di prakasai oleh Raja Alfonso VI. Selain itu ada yang harus di kunjungi adalah Gereja St Tomes, di Gereja ini kita melihat sebuah Lukisan yang terkenal dengan nama “The Burial of the Count of Orgaz” Acara Penguburan Bangsawan Orgaz, yang di lukis oleh El Graco, pelukis yang terkenal pada zamannya.   Lukisan ini memiliki sebuah kisah yang sangat menarik, mengenai penguburan Bapak. Don Gonzale Ruiz de Toledo, yang meninggal tahun 1323. Terdapat pada lukisan mengambarkan menurut legenda Kota Toledo, yang mengisahkan pada waktu acara penguburan terjadi sesuatu yang ajaib terjadi, ketika St Augustine dan St Steven turun dari Surga dengan memegang jenazah Bapak Gonzale dan membaringkan ke kuburannya, ini adalah sebuah penghargaan dari Tuhan kepada Bapak Gonzale atas jasanya melayani Tuhan dan Pemimpin Kristus semasa hidupnya. Yang uniknya, lagi Lukisan ini dibuat sesudah beberapa tahun kejadian pemakaman Bapak Gonzale, dan dapat di buat diwujudkan oleh El Graco kejadian tersebut dalam bentuk lukisan. Pembuatan lukisan ini dimulai tahun 1586, sedangkan kejadian Tahun 1323. Lama pembuatan lukisan ini 09 tahun. Pada gambar ini juga t erdapat Sang Pelukis El Graco beserta anaknya El Graco. Sayang di sayang, setiap pengunjung dilarang mengambil gambarnya. Bila ingin mendapatkan gambarnya photocukup hanya mengeluarkanbeberapa Euro untuk membeli Poscardnya saja. Atau gratis alis tidak membeli, cukup postcard yang sudah dibeli oleh peserta lain, lalu di ambil gambarnya melalui photo, seperti yang dilakukan oleh para peserta saya.     Semua kunjungan yang saya lakukan dengan berjalan kaki, karena Kota ini dibangun tidak diperuntukan untuk kendaraan seperti mobil, karena cukup dengan kaki melangkah saja, kita dapat melihat semua situs-situs sejarah di kota ini. Tidak salah kalau, Kota ini juga mendapatkan sebutan Kota Venesia di Spanyol, yang dapat diartikan semua dilakukan dengan kaki melangkah saja. Bedanya dengan Venesia terdapat banyak kanal-kanal air, sedangkan Kota Toledo banyak gang-gang (jalan-jalan) sempit yang merupakan ciri khas kota Bangsa Moor.   Waktu terus berjalan, sehingga mencapai waktu untuk kembali lagi ke Kota Madrid untuk beristirahat karena bseok harus melanjutkan perjalanan menuju selatan Negara Spanyol, Andalusia, untuk melanjutkan menemukan Kebudayaan Muslim di Spanyol.