Di bantu teman-teman di Jerman

Dalam menjalankan tugas sebagai Tour Leader (Pemimpin Perjalanan), selalu siap dalam kesehariannya, tentu kesiapan bukan hanya sebuah slogan saja “Selalu Siap” , tapi harus benar – benar siap. Dalam buku saya membahas kesiapan Fisik, Emotional, Intelektual. Obat semua itu adalah hati yang gembira, ini bukan slogan lagi, Tapi hati yang gembira itu harus juga di kelolah dalam sebuah situasi, namun saya tidak membahas panjang mengenai hal ini, ini hanya sebuah intermeso saja. Yang ini saya biacarakan adalah.

Perjalanan saya memimpin Perjalanan Wisata, di Negara Jerman, dekat Kota Dresden, ada tempat wisata alam bernama Bastei, tempat ini boleh dikatakan Swissnya Saxony. Karena terletak di bagian Wilayah Saxony. Di aliri oleh Sungai Elba, dengan Ibukota Dresden.

Tempat Wisata ini baru bagi Wisatawan Asia, tapi wisatawan eropa sendiri sudah terjadi sejak 100 tahun yang lalu, tempat nya keren dan cocok buat instragamer, ceritanya !

Nah ! kejadiannya ! Setelah selesai kunjungan di Bastei. Ada beberapa peserta tour saya, dalam perjalanan menuju tempat parkir bus dengan berjalan kaki, untuk melanjutkan menuju Kota Berlin, mereka cepat singgah di Halte Bus, ada yang untuk merokok dan ada duduk di dalam Halte. Saya memang melihat mereka dalam perjalanan saya berjalan kaki menuju Parkir Bus, seperti biasa yang berkata ” Ayo… Ayo menuju bus, kita mau berangkat menuju Kota Berlin”. Singkat cerita semua peserta sudah komplit, siap menuju Kota Berlin. Dalam perjalanan menuju Kota Berlin, seperti biasa setiap 02 jam sekali, Pengemudi harus stop untuk beristirahat sekitar 30 menit, ini aturan Negara Eropah, agar tidak terjadi supir mengantuk dan kecelakaan.

Stop ! di Rest Area. Tiba tiba salah satu peserta, berkata “Bahwa dia ketinggalan sebuah tas yang berisi, uang, passport, samsung pad, dll. Waduh ! hati saya terguncang !, Ok, coba di ingat ingat, di mana tertinggal tas selempang tersebut. Apakah di Toilet, Coffee Shop, atau di tempat lain. Lalu saya menelpon Polisi Jerman, untuk meminta bantuan mereka meng-check daerah sana. Tempat wisata yang baru kita kunjungi adalah Taman Nasional. Sulit sekali menghubunginya. Namun dari Kantor Polisi, memberitahu bahwa Polisi akan datang. Namun tunggu punya tunggu, Polisi tak kunjung datang. Saya putusankan untuk tetap menuju Berlin, dengan banyak rencana yang harus diselesaikan di dalam pikiran saya. Menuju Berlin. !

Dalam perjalanan menuju Berlin, di dalam bus wisata, saya menghubungi teman saya Tuty yang menikah dengan warganegara Jerman, untuk memberitahukan hal tersebut, agar di dapat menghubungi Taman Nasional tersebut, namun hari sudah senja, Taman Nasional tutup. Tuty akan menghubungi besok. Saya minta bantuan Tuty karena Ia tinggal lama di Jerman dan juga bisa berbahasa jerman, jadi komunikasi tidak sulit. Akhirnya tiba di Kota Berlin dan melaporkan kejadian ini kepada Polisi, tapi Polisi menolak untuk membantu masalah ini dikarena di sebabkan oleh ke lupaan atau bukan tindakan kriminal, jadi Polisi menyarakan untuk ke Lost & Found, Waduh !

Hari sudah berganti, rencana perjalanan wisata di Kota Berlin, harus sesuai rencana, walaupun ada kejadian ini, saya membagi waktu untuk proses pengurusan dan wisata tetap berjalan, lancar. Sekitar pukul 10:00 pagi, Tuty menghubungi saya, bahwa tas diketemukan, semua isi masih ada. Wow ini luar biasa, karena semua masih ada. Sekarang harus mengurus proses pengiriman, berbagai macam solusi terbenak. Mungkin saya yang kesana, atau tamu saya pergi kesana. Dan akhirnya saya putuskan bisakah Tuty mencarikan orang untuk dapat mengirim, tas ini ke Berlin dari Dresden. Mulai lah pencarian orang yang bisa membantu. mulai dari orang yang berada di Berlin, terus dan akhirnya di dapat juga seorang Mahasiswi Indonesia yang tinggal di Dresden, bisa membantu membawa tas ke Berlin. Proses ini tidaklah cepat, butuh waktu berjam-jam untuk mencari siapa orangnya yang dapat membawa tas ke Berlin. Mencari orang seperti mencari puzzel dengan hubungi sana dan sini, bisa e…e engga bisa, lalu cari lagi.

Bersyukurlah akhirnya, Nona Hanni yang membantu kita, membawa barang tersebut ke Berlin, sungguh luar biasa, menyempatkan waktunya untuk hal ini. Hanni sedang melanjutkan gelar S 3 di Kota Dresden. Mantap ! akhirnya masalah selesai. Happy Ending.

Sebuah hubungan yang memberikan solusi yang tepat, memang saya percaya hubungan memberikan jalan keluar yang baik. Pekerjaan saya sebagai Tour Leader boleh disebutkan seorang Connector adalah penghubung. Setiap orang yang saya ketemu adalah connector, walaupun ketemu hanya 5 menit saja. Karena tugas saya selalu berhubungan, dan akhir Connector membentuk jaringan. Jaringan yang dapat bermaanfaat bersama sama. “Buatlah Teman bagi semua orang”

Sharing it !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *