Hubungan Sosial Meng “IRI”

Kita perlu berhubungan, atau bersosialisali dalam sebuah kehidupan, kan ! Katanya kita Mahluk Sosial, butuh saling berhubungan, bahkan sekarang ada hubungan mengunakan sosial media, jadi mengunakan jaringan data telekomunikasi alias internet. Banyak aplikasi yang bisa digunakan dalam berhubungan antara manusia.

Hubungan menciptakan komunikasi, komunikasi menciptakan sebuah topik pembicaraan. Pembicaraan di bahas menjadi berita. Berita di olah menjadi informasi, informasi diolah bisa menjadi pengetahuan, pengetahuan adalah Kekuatan, biasa di sebut Information is Knowledge.

Tidak semua hubungan dapat berjalan dengan baik, alias perselisihan. Nah, yang kita lihat dari sisi perselisihan. tentu perselisihan tidaklah enak dalam pergaulan, namun sepertinya ada komunitas tertentu membutuh perselisihan untuk menambah topik dalam pembicaraan.

Kalau saya memperhatikan persilisihan dimulai dari Sebuah perasaan “IRI” dari perasaan iri menimbulkan “Kebencian” dan mulailah permusuhan. permusuhan mulai penghasutan untuk menambah permusuhan. Begitulah terus menerus terjadi.

Intinya adalah sebuah IRI saja, yang di kandung di dalam Hati dan Pikiran.  Ada yang menglihat teman pake mobil ternama, sudah mengubar-gubar berita, seperti ketidak pantasan mobilnya dengan keberadaanya. Kalau diteliti apakah dengan mobil itu merugikan anda dalam hal materi dan morill. Tentu tidak, hanya rasa tidak puas saja alias iri. Selalu membawa topik-topik di dalam pembicaraan. Yang pasti jelas orang tersebut tidak pernah merugikan apa pun dalam kehidupan.

Kalau kita boleh membenci orang, kalau itu merugikan kita dalam bentuk kehilangan materi kehidupan. Mungkin jaman sosial media sekarang ini, orang lebih banyak peka dan tersayat hatinya kalau melihat orang pamer keadaan. Seharus kita bersyukur kalau teman itu maju dari kita. Kalau dia tidak maju dari kita waleh……waleh….di pinjem in uang loh…….pusingkan…..kalau dia maju setidak-tidaknya tidak mengganggu kehidupan keuangan kita.

Sifat Iri itu lebih kejam, karena bisa menyangkut harga diri. Walau diteliti keadaan tersebut tidak terjadi apa-apa, Hanya halusinasi keadaan, mungkin karena orang yang iri, itu akan berpikir apa yang dia pikir terhadap semua orang.

Mudah menilai orang Iri, tiap bertemu akan bercerita tentang orang-orang yang dia iri kan saja. Namun kalau kita teliti apakah orang yang dibicarakan tersebut merugikan orang lain. tentu tidak.

Sifat Iri, itu menciptakan Aroganisme. tapi keadaannya diri sebenarnya menjadi kerdil dan mudah tersinggung. Apapun bisa membuat ketersinggungan. Arogan itu untuk menunjukan rendah diri di hadapan orang banyak, jadi bertingkah over acting, istilah berlebihan.

Sifat iri harus dibuang jauh jauh dari kehidupan, karena tidak akan menciptakan kerukunan kehidupan sosial.  Bukankah Iblis juga iri terhadapa manusia dan mengoda manusia itu untuk jatuh ke dalam dosa. Bukankah Iblis adalah Malaikat yang iri kepada Tuhan ?

Perhatikan bila berhubungan dengan teman-teman pembicaraan apa yang di utarakan, Inspirasi, Pengetahuan, Kesempatan, atau iri iri an…………

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sharing it !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *