PEMANDANGAN SUNGAI LI, MEMBAWA IMAJINASI, MENERAWANG JAUH !

Pagi ini, hujan lebat sekali. Seharusnya sekarang musim hujan sudah selesai. Kemarin-kemarin (hari yang lalu) tidak pernah hujan. Menurut keterangan dari Pemandu Wisata Kota Guilin, ini hujan yang terakhir karena datang dari Utara Negeri Tiongkok. Karena tujuan hari ini adalah berlayar menyelusuri Sungai Li, kalau hujan terus, peserta tour (wisatawan) tidak bisa menikmati pemandangan, apa lagi untuk photo-photo……bisa membuat para peserta tour kecewa berat dah !

Untung sekali, group akan kembali ke hotel di Guilin, jadi bagasi besar tidak dibawa ke bus. Hanya tas tangan saja alias hand carry bag, untuk 01 malam di Desa Yangshou. Tempat persinggahan terakhir dengan perahu yang ditumpangi.

Dengan suasana dingin dan hujan deras, bus menuju Pelabuhan Sungai Mo Pan Hill Wharf, dalam perjalanan pemandangan tertutup kabut, jadi biasa dari bus dapat melihat bukit-bukit yang indah, sekarang hanya putih saja. Perasaan was….was kalau ini terjadi di Kapal nanti, tidak bisa melihat keindahan alam.

Setiba di Pelabuhan, hujan sudah meredah, suasana mulai tampak bukit-bukit. Para peserta tour masuk ke dalam Kapal dan duduk layaknya seperti duduk di kereta api, kalau kereta dua dua, kalau ini empat empat saling berhadapan dengan di tengahnya meja. Setiba di tempat duduk, telah tersedia satu teko air teh, dan sebuah cangkir minum untuk masing-masing peserta. Biaya kapal sudah termasuk makan siang dan minum, dengan waktu tempuh 4 jam, dengan jarak 83 Kilometer. Disamping itu petugas kapal seperti biasa menawarkan makanan dan minuman tambahan dan juga barang-barang souvenir.

Waktu tiba untuk keberangkatan kapal. Dari Guilin ke Yangshou kapal mengikuti jalannya aliran air sungai. Pemandu Wisata kapal mengucapkan selamat datang kepada semua penumpang, kebetulan penumpang terdiri dari berbagai macam bangsa, lalu Ia mulai menerangkan mengenai Sungai Li.

Hujan masih rintik-rintik, kalau kita naik ke atas, pasti kita ke basahan dan juga kamera bisa rusak. Jadi kita mendengarkan Pemandu Wisata menceritakan Sungai Li yang terkenal ini.

Sungai ini panjangnya 437 kilometer, namun yang kita nikmati hanya 83 kilometers. Air Sungai ini berasal dari Gunung Kucing atau Bahasa Tiongkok Gunung Mao, yang berada di daerah Xiang’an utara dari Kota Guilin. Sungai ini pada jaman dahulu digunakan penghubung dari Sungai Yangtze yang di Utara Tiongkok sampai Sungai Mutiara yang berada di Selatan Tiongkok. Untuk menyambungnya di buatlah Kanal-Kanal, salah satu Kanalnya bernama Kanal Linggu.

Pemandangan Sungai Li, tercatatmenjadi pemandangan terindah sudah ada sejak Jaman Dinasti Tang (tahun 618-907) di tuangkan ke dalam sebuah puisi indah “Angin sungai berhembus seperti pita sutera berwarna biru, sementara bukit-bukit pucuk-pucuknya seperti batu giok yang berwarna hijau”

Nah ! hujan telah berhenti total, kabut masih tersisa menambahi pemandangan bukit-bukit menjadi seperti kapas di pohon natal. Ayo kita semua naik ke atas dek. Untuk mulai berphoto dan mengagumi pemandangan Sungai Li.

Jepret…..Jepret ! Wow…….Amazing ! kata beberapa Turis Amerika. Sepanjang menyelusuri sungai pemandangan indah sekali, keindahan itu pun dapat diwujudkan melalui imajinasi untuk melukiskan bentuk bukit-bukit yang terpadu menjadi satu yang menyerupai berbagai macam rupa. Ada berbentuk “Mahkota Raja” Ada berbentuk “9 Lukisan Kuda” , yang paling keren menurut saya itu, pemandangan yang terdapat pada “Uang Tiongkok 20 Yuan”. Gambar di uang 20 yuan tersebut diambil langsung dari keberadaan pemandangan yang ada di Sungai Li. Sampai Mantan Presiden Amerika Bapak Bill Clinton yang pernah berkunjung menyelusiri Sungai Li berkata “Tidak ada tempat yang lebih menarik di Tiongkok, selain Tempat ini”.

Waktu makan siang telah tiba, Sajian makanan yang di hidangkan dalam menu banyak pilihan (buffet style), yang di masak langsung di Kapal yang kita tumpangi dengan ala sederhana.

West Pedestian YangzhouSeperti tidak terasa waktu terus berjalan. Pemandangan tidak habis-habisnya di sajikan oleh Sungai Li, akhirnya sampai juga di Desa Yangshou, tempat saya dan rombongan bermalam. Setiba di Desa Yangshou, dengan berjalan kaki melalui Jalan Barat tempat jalan kaki atau istilah Bahasa Englishnya West Street Pedestrians harus dilalui untuk menuju hotel adalah jalan ini terdapat banyak sekali toko-toko yang menawarkan souvenir ciri khas desa ini, lukisan alam Sungai Li dan juga kedai-kedai tempat nongkrong untuk minum kopi dan juga bir.

Akhirnya, boleh dikatakan Kota Guilin dan Desa Yangshou, tanpa ada Sungai Li. Bukanlah tempat tujuaan wisata yang indah. Sungai Li, sungai terindah di dunia untuk melihat sebuah pemandangan sungai yang luar biasa. Bila di bandingkan dengan sungai-sungai di dunia seperti Sungai Nil, Sungai Rhine, Sungai Danube dll, karena Sungai Li ini menyajikan pandangan mata keindahan alam yang nyata, bukan hanya sekedar bukit-bukit namun “memiliki halusinasi pikiran untuk menerawang jauh ke dalam sebuah imajinasi diri selama 4 jam”. Cobalah ! dan Rasakalah !

Sharing it !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *